LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Ahok akui ada praktik jual beli rusun di Kapuk Muara

"Kapuk Muara itu sebenarnya untuk nelayan itu sejak Bang Yos," kata Ahok.

2016-04-28 21:31:00
Ahok
Advertisement

Dugaan penyalahgunaan rusun kembali terjadi. Hal ini ditunjukkan dengan banyak mobil yang terparkir di sekitaran rusun-rusun di Jakarta.

Salah satunya di rusun Kapuk Muara, Jakarta Utara. Padahal, seharusnya diberikan bagi warga relokasi dan notabene tidak mampu.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui penyalahgunaan kepemilikan unit rusun memang terjadi di sana. Sebenarnya, sejak zaman gubernur Sutiyoso peruntukan rusun Kapuk muara adalah buat nelayan. Namun masalah ini, diakuinya, tak lepas dari adanya oknum yang melakukan jual beli unit rusun.

"Kapuk Muara itu sebenarnya untuk nelayan itu sejak Bang Yos. Nelayan dari Angke semua dibersihkan Kali Angke waktu itu dipindahkan ke sana. Tapi apa yang terjadi? Saat itu mungkin mereka jual, lalu ada yang beli jual, beli jual beli," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (28/4).

Tak hanya di rusun Kapuk Muara, kondisi serupa, katanya juga terjadi dibeberapa rusun di Jakarta. Sebut saja, Rusun Pondok Kopi dan Pondok Muara.

"Sampai hampir seluruh rumah susun di Jakarta. Sebetulnya Pondok Kopi di mana pun bahkan di Pondok Muara, itu diduduki oleh kelas menengah sebetulnya makanya itu kita benahi," jelasnya.

Untuk mengatasi masalah ini, cara yang dipakai Ahok adalah dengan menaikkan tarif parkir yang dipasang per jam. Ternyata, hasilnya cukup efektif, beberapa penghuni dari kalangan menengah ke atas akhirnya pindah.

"Dengan cara apa? mobilnya kita kenakan parkir per jam. Makanya beberapa mulai pindah. Pindah mereka masih mau jual. Jual kami sita. jadi yang tinggal yang betul betul enggak mampu," terang Ahok.

Mantan politisi Gerindra ini mengaku mengetahui praktik jual beli rusun melalui penggunaan transaksi debit pada bank tertentu. Oleh sebab itu, Ahok mengantisipasinya dengan penerapan kartu Jakarta One, sehingga semua data penghuni dan transaksi akan terlihat. Sebab, terkoneksi langsung dengan Bank Indonesia.

"Dengan cara apa saya tahunya? ada debit bank, kalau bank masih main, kalau bank Indonesia enggak bisa main. Si A alamat ini buka rekening bank buat debit kalau dia main ama bank DKI misalnya ada yang main sama dukcapil, dia bisa rubah enggak," pungkasnya.

Baca juga:
Ahok akan pecat PNS DKI yang belum lapor harta kekayaan
1 Mei, sepeda motor dilarang lewat Jalan Sudirman
Cegah dana masuk UMKM abal-abal, Ahok gandeng Bank DKI salurkan KUR
Pusing cara kerja Ahok, sekda bilang 'pak agak pelan sedikit kerja'
Sekda soal kepemimpinan Ahok: Saya tak ada kepentingan, jadi cocok!

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.