2,1 Ton Sampah Dibersihkan Usai Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jakarta
Andono mengungkapkan, pihaknya mengerahkan 200 petugas kebersihan untuk melakukan pembersihan jalan dan fasilitas umum usai aksi penyampaian pendapat itu.
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mendata ada sekitar 2,1 ton sampah dibersihkan dari lokasi unjuk rasa memprotes Undang-Undang Cipta Kerja pada Selasa (20/10). Petugas melakukan pembersihan jalan dan fasilitas umum di Silang Monas, Jalan Kebon Sirih, Tugu Tani, Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Abdul Muis dan sekitarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan, saat massa mulai membubarkan diri, petugas langsung gerak cepat mengangkut sampah sisa aksi penyampaian pendapat yang ada di jalan, trotoar dan JPO.
"Total 2,1 ton sampah kami angkut," katanya seperti dilansir dari Antara, Rabu (21/10).
Dia mengungkapkan, pihaknya mengerahkan 200 petugas kebersihan untuk melakukan pembersihan jalan dan fasilitas umum usai aksi penyampaian pendapat itu.
Sebanyak 24 unit armada kebersihan juga dikerahkan untuk mengangkut sampah. Armada terdiri dari atas tiga unit truk sampah tipe R, sembilan unit truk sampah anorganik, enam unit penyapu jalan otomatis (road sweeper) dan enam unit pikap.
Andono menyebutkan, kondisi hujan deras tidak menjadi halangan bagi petugas menjalankan tugas menjaga Jakarta kembali bersih. Saat ini penanganan sampah pasca aksi penyampaian pendapat telah tuntas.
"Kami langsung tangani secepatnya supaya sampah tidak menimbulkan genangan air karena saluran dan tali-tali air tersumbat," tutupnya.
Baca juga:
Demo RUU Cipta Kerja di Medan Sempat Ricuh, Massa Merasa Diprovokasi Polisi
Satgas Covid-19: Kemungkinan Klaster Demo Bisa Dilihat Dua Minggu ke Depan
Aksi Mahasiswa dan Buruh di Malang Diakhiri Teatrikal Sobek 'UU Omnibus Law'
Aksi Bakar-Bakar di Tengah Aksi Tolak UU Cipta Kerja
Prajurit TNI Kawal Pulang Massa Tolak UU Cipta Kerja