Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Aksi Mahasiswa dan Buruh di Malang Diakhiri Teatrikal Sobek 'UU Omnibus Law'

Aksi Mahasiswa dan Buruh di Malang Diakhiri Teatrikal Sobek 'UU Omnibus Law' Demo mahasiswa dan buruh di Malang. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Aksi demontrasi mahasiswa dan buruh di Kota Malang diakhiri dengan sebuah teatrikal penyobekan lembaran Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja. Ketua DPR Puan Maharani dan Presiden Joko Widodo yang diperankan para demonstran menyobek undang-undang yang menuai banyak protes itu.

Teatrikal diawali dengan rapat imaginer DPR yang diikuti Fraksi Petani, Fraksi Perempuan, Fraksi Buruh, Fraksi Mahasiswa dan lain-lain. Rapat dipimpin seorang perempuan dengan kacamata diletakkan di atas kepala.

Aksi perempuan itu pun mengundang tawa saat melakukan adegan mematikan microphone. Perempuan pemimpin sidang tersebut pusing dengan banyaknya instruksi anggota DPR.

"Bapak anggota dewan, rokok yang Anda isap itu buatan saya lho, pakaian juga buatan saya lho. Jangan sakiti hati kami dong," kata Perwakilan dari Buruh.

"Semua kan sudah tidak setuju, kenapa masih ngeyel, bapak paham enggak dengan isinya," kata Fraksi Mahasiswa.

Selama teatrikal digelar banyak mengundang tawa para mahasiswa dan buruh yang menggelar aksi. Candaan muncul secara spontan dari para pemeran dan demonstran yang duduk memenuhi Jalan Tugu Kota Malang.

Semakin mengundang senyuman saat seorang pria muncul dengan menirukan gaya Presiden Joko Widodo. Tidak banyak bicara, atas keputusannya Undang-undang tersebut dibatalkan dengan ditandai penyobekan kertas di tangan mereka.

Aksi berlangsung damai dengan ribuan pendemo tersebut bubar secara tertib pukul 17.00 WIB. Aksi diawali dengan orasi di perempatan Rajabally, sebelum kemudian berlahan menuju Jalan Tugu, Alun-alun Bundar Kota Malang.

Sementara Gedung DPRD dan Balai Kota Malang telah dipagar kawat berduri, berikut para personel Polri dan TNI yang siaga. Kendaraan trantis juga terpakir di sejumlah sudut mengantisipasi kerusuhan yang terjadi dalam aksi sebelumnya. Namun hingga aksi berakhir tidak terjadi insiden yang tidak diharapkan.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simamarta mengatakan menerjunkan 3.000 personel gabungan untuk mengamankan aksi. Bahkan pengamanan diawali dari massa keluar dari kampus dan pabrik menuju lokasi.

"Pasukan kita 3.000 personel. Kita mengantisipasi sejumlah titik dari keluar pabrik sampai menuju ke lokasi," tegasnya.

Pengamanan ditopang dari Polres Lumajang, Bondowoso, Mojokerto, Pasuruan, Jombang, Trenggalek dan lain-lain. Selain itu juga melibatkan personel TNI dari beberapa satuan.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP