Mecimapro, Promotor Konser K-Pop Milik Fransiska Melani yang Viral Akibat Konser Day6 di Jakarta
Konser DAY6 di Jakarta yang dipromotori Mecimapro menuai kontroversi akibat perubahan lokasi mendadak, masalah tiket, dan buruknya penanganan cuaca buruk.
Mecimapro, salah satu promotor konser K-Pop terkemuka di Indonesia, menjadi sorotan akibat kekacauan penyelenggaraan konser DAY6 3rd World Tour: Forever Young di Jakarta pada Sabtu, 3 Mei 2025. Promotor yang didirikan oleh Fransiska Melani ini viral di media sosial setelah menuai kritik dari penggemar, atau My Day, karena masalah tiket, perubahan venue, dan manajemen acara yang dinilai tidak profesional.
Perjalanan Mecimapro di Industri K-Pop Indonesia
Mecimapro, berdiri sejak 2015 di bawah PT Melania Citra Permata, telah menjadi pelopor dalam membawa artis K-Pop ternama ke Indonesia. Berbasis di Jakarta dan dipimpin oleh Fransiska Melani, lulusan Fakultas Hukum Universitas Katolik Atma Jaya dan Yonsei University, Korea Selatan, perusahaan ini fokus mempromosikan budaya Korea melalui konser, fan meeting, dan festival musik. Mecimapro sukses menggelar acara untuk artis seperti Stray Kids, ITZY, Treasure, Jun. K 2PM, Zion T, dan Young Tak yang menjadikannya salah satu promotor terdepan di Indonesia.
Kontroversi Konser DAY6 dan Kritik Publik
Konser DAY6 di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK) menuai masalah sejak perubahan venue dari Jakarta International Stadium (JIS) pada 21 Maret 2025, yang memicu kebingungan penggemar. Dua hari sebelum konser, tiket.com mengumumkan refund massal karena Mecimapro belum mengirimkan nomor kursi dan antrean, memicu protes di media sosial dengan hashtag seperti #MECIMA_NOT_PROfessional.
Kekacauan berlanjut saat hujan menyebabkan penundaan acara. Hujan deras disertai angin kencang membuat sejumlah tenda penonton ambruk dan partisi roboh. Satu video viral memperlihatkan penonton berdesakan, berusaha bertahan di bawah tenda yang mulai sobek karena tak sanggup menahan curahan air.
“Ini konser atau survival game sih?” tulis seorang penggemar di X yang langsung disukai ribuan akun lain.
Konser yang seharusnya mulai pukul 19.00 WIB pun molor 1,5 jam dan baru dimulai sekitar 20.30 WIB. Karena molor, konser berakhir larut malam, meninggalkan penonton yang kelelahan dan kebasahan.
Belum Ada Tanggapan dari Mecimapro
Hingga artikel ini ditulis, pihak Mecimapro belum memberikan keterangan resmi atau permintaan maaf atas segala insiden yang terjadi dalam konser Day6 di Jakarta. Padahal, publik terus menanti respons mereka, terutama terkait refund yang belum tuntas dan kekacauan teknis lainnya.
Penggemar pun semakin geram dengan diamnya pihak promotor. Banyak yang berharap pihak berwenang atau asosiasi terkait pertunjukan musik bisa turun tangan, agar kejadian ini tidak terulang dalam konser artis lain di masa depan.