Konser Saosin di Surabaya Meriah, Jadi Pesta Nostalgia Emo dan Ada Janji Album Baru!
Saosin berhasil mengguncang Gedung Jatim Expo dalam rangkaian Saosin Indonesia Tour 2025.
Jumat malam, 30 Mei 2025, menjadi momen yang tak terlupakan bagi para penggemar musik emo dan post-hardcore di Surabaya. Saosin, band legendaris asal Newport Beach, California, mengguncang Gedung Jatim Expo dalam rangkaian Saosin Indonesia Tour 2025.
Dengan deretan lagu ikonik, energi panggung yang membara, dan kejutan di tengah acara, konser ini menjadi pesta nostalgia yang penuh emosi dan kenangan. Ribuan penggemar, yang sebagian besar tumbuh bersama lagu-lagu Saosin di era 2000-an, larut dalam euforia yang sulit dilupakan.
Antusiasme Fans dan Aksi Pembuka yang Memukau
Sejak pintu gerbang Jatim Expo dibuka pada pukul 15.30 WIB, antusiasme penggemar sudah terasa. Ratusan penonton, mayoritas mengenakan kaus hitam bertema band dan atribut musik emo, memadati area konser dengan penuh semangat.
Dua band lokal, Ghostline dan 510, tampil sebagai pembuka dan sukses memanaskan suasana. Ghostline menghadirkan energi raw yang membangkitkan semangat, sementara 510 membawa nuansa lokal yang kental dan disambut sorak-sorai penonton.
Sebelum Saosin naik panggung, momen sakral tercipta saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan. Seluruh penonton, dari barisan depan hingga belakang, menyanyikan lagu kebangsaan dengan khidmat, menciptakan rasa persatuan yang mengharukan. Momen ini menjadi pengingat bahwa musik tidak hanya menghibur, tetapi juga menyatukan hati.
Saosin Mengguncang Jatim Expo dengan Lagu-Lagu Ikonik
Pukul 19.30 WIB, sorak-sorai menggema saat Saosin—dengan formasi Anthony Green (vokalis), Beau Burchell (gitaris), Phil Sgrosso (gitaris), Chris Sorenson (bassis), dan Alex Rodriguez (drummer)—mengambil alih panggung. Tanpa basa-basi, mereka membuka penampilan dengan Sleepers, lagu dari album Take Action! Volume 5 yang langsung mengobarkan semangat penonton.
Lagu-lagu klasik seperti Lost Symphonies, Voices, dan Translating The Name dari EP legendaris mereka mengalir dengan energi tinggi. Anthony Green, dengan vokal khasnya yang penuh emosi, berinteraksi hangat dengan penonton, mengajak mereka bernyanyi bersama hingga suara serak. Aksi panggung penuh dinamika, ditambah dengan moshing, stage diving, dan wall of death di barisan depan, membuat suasana semakin liar namun penuh keakraban. Penonton seolah diajak kembali ke masa remaja, saat lagu-lagu Saosin menjadi pengiring cerita cinta dan patah hati mereka.
Kejutan Spesial, Janji Album Baru dan Encore yang Menggetarkan
Momen paling dinanti datang ketika Beau Burchell, gitaris Saosin, memberikan pengumuman yang membuat penonton histeris. “Setelah tur ini, kami akan kembali ke studio untuk merekam lagu-lagu baru. Semoga tahun depan kami bisa kembali ke Indonesia dengan album baru!” ujarnya, disambut sorak-sorai yang mengguncang Jatim Expo. Pengumuman ini menjadi kejutan spesial, mengingat album terakhir Saosin, Along the Shadow, dirilis pada 2016.
Konser yang berdurasi sekitar satu jam ditutup dengan Bury Your Head dan Seven Years, dua lagu yang membawa penonton ke puncak nostalgia. Namun, teriakan “encore” dari penonton tak terelakkan. Saosin pun kembali ke panggung, membawakan It’s Far Better to Learn dan You’re Not Alone sebagai penutup emosional. Lagu You’re Not Alone, dengan liriknya yang menyentuh, membuat banyak penonton ikut bernyanyi dengan emosional.
Konserpun berakhir di pukul 20.40 WIB. Meski singkat, setiap detik konser ini terasa penuh makna. Penonton meninggalkan venue dengan wajah puas, hati penuh, dan kenangan yang akan terus dikenang. Konser ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga bukti bahwa musik emo dan post-hardcore tetap hidup di hati penggemar Indonesia.