LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Catat! Kalender Jawa Juni 2026 Beserta Weton dan Hari Baik

Pelajari secara mendalam Kalender Jawa bulan Juni 2026, termasuk informasi mengenai weton, neptu.

Kamis, 28 Mei 2026 13:24:00
tahun baru islam
Ilustrasi Kalender Jawa Bulan Juni. [Foto: Gemini] (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Kalender Jawa adalah sistem penanggalan yang kaya akan nilai-nilai budaya dan sejarah, yang tetap menjadi acuan penting bagi masyarakat Jawa hingga saat ini.

Pada bulan Juni 2026, kalender Jawa menarik perhatian banyak orang karena menandai masa transisi signifikan dari bulan Besar menuju bulan Suro, yang dipenuhi dengan makna spiritual dan tradisi. Penentuan hari baik untuk berbagai kegiatan, seperti pernikahan atau memulai usaha, sering kali merujuk pada perhitungan dalam kalender ini.

Sistem penanggalan ini menggabungkan unsur-unsur dari penanggalan Islam, Hindu, serta sedikit pengaruh Julian dari budaya Barat, sehingga menjadikannya unik dan kompleks.

Memahami siklus hari, pasaran, weton, dan neptu adalah kunci untuk menafsirkan makna yang terkandung dalam setiap tanggal. Artikel dari Liputan6.com pada Kamis (28/5/2026) ini akan membahas Kalender Jawa bulan Juni 2026, lengkap dengan rincian penting yang perlu Anda ketahui.

Advertisement

Dari hari libur nasional hingga hari-hari yang dianggap baik menurut Primbon Jawa, setiap detail akan disajikan untuk membantu Anda merencanakan berbagai aktivitas.

Mempelajari lebih dalam tentang sistem penanggalan kalender Jawa yang khas

Ilustrasi Kalender Jawa Bulan Juni. [Foto: Gemini] © 2026 Liputan6.com

Kalender Jawa adalah salah satu warisan budaya yang kaya dan telah ada sejak zaman Kesultanan Mataram. Kalender ini mengintegrasikan berbagai sistem penanggalan untuk menciptakan keselarasan waktu.

Advertisement

Pada tahun 1633 Masehi (1555 Saka), Sultan Agung dari Mataram berusaha menyatukan sistem penanggalan dengan mengadopsi unsur-unsur dari Islam, Hindu, dan Julian. Hasil dari integrasi ini adalah sebuah kalender yang tidak hanya berfungsi sebagai pengatur waktu, tetapi juga berperan penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Jawa, seperti acara keagamaan dan pertanian.

Sistem Kalender Jawa terdiri dari dua siklus hari utama yang saling berinteraksi. Yang pertama adalah siklus mingguan atau Saptawara, yang mencakup tujuh hari, yaitu Ahad hingga Sabtu, seperti yang terdapat dalam kalender Masehi. Yang kedua adalah siklus pekan Pancawara, yang terdiri dari lima hari pasaran: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kombinasi kedua siklus ini menghasilkan weton, yang dipercaya bisa merepresentasikan interaksi antara siklus mingguan Masehi dan pasaran Jawa serta digunakan untuk menentukan karakter dan nasib seseorang.

Setiap hari dan pasaran dalam Kalender Jawa memiliki nilai numerik yang dikenal sebagai neptu. Nilai neptu ini sangat penting dalam berbagai perhitungan weton, termasuk untuk menentukan kecocokan pasangan, memilih tanggal untuk pindah rumah, atau mencari rezeki. Neptu untuk hari biasa adalah Minggu (5), Senin (4), Selasa (3), Rabu (7), Kamis (8), Jumat (6), dan Sabtu (9). Sedangkan untuk hari pasaran, neptu masing-masing adalah Kliwon (8), Legi (5), Pahing (9), Pon (7), dan Wage (4).

Selain siklus hari, Kalender Jawa juga memiliki urutan bulan yang dimulai dari Suro hingga Besar, dengan jumlah hari yang bervariasi antara 29 hingga 30 hari. Kalender ini juga mencakup siklus delapan tahun yang disebut windu, di mana setiap tahun memiliki nama tersendiri seperti Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. Tahun-tahun Ehe, Dal, dan Jimakir dikenal sebagai tahun panjang (Taun Wuntu) dengan total 355 hari, sementara tahun lainnya adalah tahun pendek (Taun Wastu) dengan 354 hari.

Rincian Kalender Jawa untuk bulan Juni 2026 menunjukkan adanya transisi besar menuju bulan Suro

Ilustrasi Kalender Jawa Bulan Juni. [Foto: Gemini] © 2026 Liputan6.com

Bulan Juni 2026 merupakan momen penting dalam Kalender Jawa, menandai peralihan dari bulan Besar 1959 Dal ke bulan Suro 1960 Ba'. Perubahan ini berdampak pada penanggalan Jawa yang selaras dengan sistem penanggalan Masehi dan Hijriah. Oleh karena itu, memahami detail setiap tanggal menjadi sangat penting bagi mereka yang masih menghormati tradisi leluhur. Pada awal bulan Juni 2026, penanggalan Jawa masih dalam bulan Besar 1959 Dal. Sebagai contoh, tanggal 1 Juni 2026 jatuh pada hari Senin Wage, yang bertepatan dengan 15 Besar 1959 Dal dan 15 Dzulhijjah 1447 H, dengan neptu 8. Selanjutnya, pada tanggal 4 Juni 2026, hari Kamis Pahing, menandai 18 Besar 1959 Dal, 18 Dzulhijjah 1447 H, dengan neptu 17.

Puncak transisi dalam penanggalan ini terjadi di pertengahan bulan. Tanggal 16 Juni 2026 akan jatuh pada hari Selasa Wage, menandakan 30 Besar 1959 Dal dan bertepatan dengan 1 Muharam 1448 H. Ini menandakan bahwa pada tanggal 17 Juni 2026, Kalender Jawa akan beralih ke 1 Suro 1960 Ba', yang jatuh pada hari Rabu Kliwon dengan neptu 15. Selama sisa bulan Juni, penanggalan Jawa akan terus berada dalam bulan Suro 1960 Ba'. Contohnya, pada tanggal 25 Juni 2026 adalah hari Kamis Pon, yang menandai 9 Suro 1960 Ba', 10 Muharam 1448 H, dengan neptu 15. Bulan Juni akan diakhiri dengan tanggal 30 Juni 2026 yang jatuh pada hari Selasa Pon, 14 Suro 1960 Ba', 15 Muharam 1448 H, dengan neptu 12.

Juni 2026 memiliki hari-hari penting dan baik dalam kalender Jawa

Ilustrasi Kalender Jawa Bulan Juni. [Foto: Gemini] © 2026 Liputan6.com

Bulan Juni 2026 tidak hanya dipenuhi dengan rincian Kalender Jawa, tetapi juga memiliki sejumlah hari penting yang bersifat nasional dan dianggap baik menurut tradisi Primbon Jawa. Informasi ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk merencanakan berbagai kegiatan dengan lebih baik.

Terdapat dua hari libur nasional yang jatuh pada bulan Juni 2026. Hari pertama adalah Senin, 1 Juni 2026, yang diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Hari ini sering menjadi bagian dari long weekend jika berdekatan dengan libur akhir Mei. Hari kedua adalah Selasa, 16 Juni 2026, yang merupakan Hari Raya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, juga ditetapkan sebagai hari libur nasional. Perlu dicatat bahwa berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, tidak ada cuti bersama yang ditetapkan untuk bulan Juni 2026.

Dalam tradisi Primbon Jawa, memilih hari baik adalah sebuah usaha untuk memastikan bahwa suatu acara dapat berjalan dengan lancar dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Bulan Besar, yang sebagian waktunya jatuh pada Juni 2026, secara umum dianggap sebagai periode yang baik untuk melaksanakan pernikahan, karena diyakini dapat membawa kebahagiaan dan kemakmuran bagi rumah tangga. Beberapa tanggal yang dianggap baik untuk acara keluarga seperti pernikahan dan khitanan biasanya jatuh pada hari Rabu, Kamis, dan Jumat.

Berdasarkan Primbon Jawa, berikut adalah beberapa contoh hari baik yang ada di bulan Juni 2026:

  1. 1 Juni 2026 (Senin Wage/Pon) yang baik untuk memulai usaha atau perjalanan, meskipun ada sedikit variasi dalam sumber primbon mengenai weton spesifiknya.
  2. Kamis Pahing pada 4 Juni 2026 dianggap baik untuk pernikahan dan hajatan.
  3. 7 Juni 2026 (Minggu Kliwon) baik untuk pindahan rumah.
  4. 10 Juni 2026 (Rabu Pon) cocok untuk akad nikah dan lamaran.
  5. 13 Juni (Sabtu Legi) untuk acara keluarga besar.
  6. 16 Juni (Selasa Wage/Pon) untuk memulai pekerjaan baru.
  7. 19 Juni (Jumat Pahing/Wage) untuk syukuran atau selamatan juga termasuk dalam kategori hari baik.
  8. 22 Juni (Senin Kliwon) untuk pertemuan penting.
  9. 25 Juni (Kamis Pon/Legi) juga dianggap baik untuk pernikahan.

Memahami arti Weton dan Neptu sangat penting dalam kehidupan masyarakat Jawa

Ilustrasi Kalender Jawa Bulan Juni. [Foto: Gemini] © 2026 Liputan6.com

Dalam kebudayaan Jawa, weton dan neptu bukan hanya sekadar angka atau kombinasi hari dan pasaran yang biasa, melainkan memiliki makna yang dalam dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Pemahaman mengenai weton dan neptu telah diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tradisi masyarakat Jawa.

Weton, yang merupakan gabungan hari Saptawara dan Pancawara, diyakini dapat mencerminkan karakter, sifat, bahkan jalan hidup seseorang sejak lahir. Banyak orang Jawa memanfaatkan weton untuk memahami potensi diri mereka, kecocokan dalam hubungan cinta atau pekerjaan, serta sebagai pedoman dalam mengambil keputusan penting. Sebagai contoh, weton tertentu dapat menunjukkan bahwa seseorang memiliki sifat kepemimpinan yang kuat, sementara weton lainnya lebih sesuai untuk pekerjaan yang memerlukan kesabaran dan ketelitian.

Di sisi lain, neptu adalah nilai numerik yang terkait dengan setiap hari dan pasaran, yang kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan nilai weton. Nilai neptu ini menjadi dasar perhitungan dalam Primbon Jawa untuk berbagai keperluan. Dari menentukan hari baik untuk melaksanakan pernikahan, khitanan, hingga memilih waktu yang tepat untuk pindah rumah atau memulai usaha baru, neptu memegang peranan yang penting. Perhitungan neptu juga digunakan untuk meramalkan kecocokan jodoh, di mana total neptu dari kedua calon pasangan akan dianalisis untuk melihat potensi keharmonisan rumah tangga mereka.

Penggunaan weton dan neptu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa mencerminkan kearifan lokal yang mengedepankan keselarasan dengan alam dan waktu. Meskipun tidak dianggap sebagai penentu nasib yang mutlak, perhitungan ini berfungsi sebagai panduan dan bentuk usaha untuk mencapai keberkahan serta kelancaran dalam setiap langkah. Dengan demikian, kalender Jawa beserta segala elemennya tetap relevan sebagai jembatan antara tradisi leluhur dan kehidupan modern.

Apa itu Kalender Jawa?

Apa itu Kalender Jawa?

Kalender Jawa merupakan sistem penanggalan yang dipakai oleh Kesultanan Mataram. Sistem ini menggabungkan elemen dari penanggalan Islam, Hindu, serta sedikit pengaruh dari penanggalan Julian yang berasal dari budaya Barat.

Apa saja siklus utama dalam Kalender Jawa?

Dalam Kalender Jawa, terdapat dua siklus hari utama yang digunakan, yaitu Saptawara yang terdiri dari tujuh hari dalam seminggu dan Pancawara yang mencakup lima hari pasaran, seperti Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kombinasi dari kedua siklus ini menghasilkan yang disebut dengan weton.

Mengapa weton dan neptu penting dalam Kalender Jawa?

Weton dan neptu memiliki peranan yang signifikan dalam penentuan hari baik, penghitungan kecocokan pasangan, serta pemahaman karakter berdasarkan tanggal lahir. Selain itu, keduanya juga digunakan untuk memilih tanggal-tanggal penting, seperti pernikahan atau pindah rumah.

Advertisement

Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H jatuh di bulan Juni 2026?

Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah akan jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026. Tanggal tersebut juga bertepatan dengan hari libur nasional di Indonesia.

Berita Terbaru
  • Catat! Kalender Jawa Juni 2026 Beserta Weton dan Hari Baik
  • FOTO: Serangan di Lebanon Tewaskan Puluhan Warga dalam 24 Jam Terakhir
  • Pocong Keliling Bikin Resah, Polisi Tingkatkan Patroli hingga Tangkap Tiga Konten Kreator
  • Sosok Pilot Perempuan di Balik Penerbangan Presiden Prabowo ke Berbagai Negara
  • TNI Turun Gunung Ikut Basmi Begal, Komisi I DPR: Tidak Sesuai Tupoksi
  • berita update
  • kalender
  • tahun baru islam
Artikel ini ditulis oleh
Editor Endang Saputra
A
Reporter Arini Nuranisa, Anugerah Ayu Sendari
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.