LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA
  2. HOBI

Berkaca Kasus Satu Keluarga Meninggal Kemping di Temanggung, Begini Tips Aman Mengolah Makanan di Alam

Kasus glamping di Temanggung mengingatkan kita akan pentingnya keamanan pangan saat berkemah.

Jumat, 29 Mei 2026 15:33:22
glamping
Belajar dari Kasus Glamping di Posong, Temanggung: Panduan Food Safety dan Cara Aman Bawa & Olah Makanan di Alam Terbuka (Photo by Bulat Khamitov on Pexels) (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Tragedi menimpa satu keluarga saat berkemah di kawasan wisata Kledung, Temanggung, Jawa Tengah, pada Rabu (27/5). Satu keluarga itu meninggal dunia saat kemping di kawasan Kledung, Kabupaten Temanggung.

Kepolisian menemukan indikasi awal mengarah terkait dugaan keracunan makanan, sementara sejumlah sampel hidangan barbeque dibawa korban sedang diperiksa di laboratorium forensik.

"Untuk dugaan pasti penyebab kematian, kami belum berani mengonfirmasi karena saat ini proses autopsi masih berjalan, begitu juga dengan pemeriksaan sampel makanan di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng," kata Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra.

Kendati penyebab kematian belum diumumkan kepolisian, peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa keamanan makanan saat berkemah tidak boleh diabaikan. Banyak orang lebih fokus pada persiapan tenda, jaket, atau tempat foto ketika melakukan camping dan glamping. Namun, makanan justru menjadi salah satu faktor paling berisiko saat berada di alam terbuka.

Advertisement

Suhu lingkungan yang tidak stabil, penyimpanan yang kurang tepat, serta alat masak yang tidak higienis dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri yang berpotensi menyebabkan keracunan makanan.

Menurut panduan keamanan pangan dilansir Liputan6.com dari FDA Amerika Serikat, makanan mudah rusak seperti daging, ayam, seafood, susu, dan makanan matang perlu dijaga agar tetap dingin di bawah 4 derajat Celsius agar bakteri tidak berkembang dengan cepat. Sebaliknya, makanan panas harus tetap dijaga pada suhu tinggi agar aman untuk dikonsumsi.

Advertisement

Pentingnya Menjaga Keamanan Pangan

Belajar dari Kasus Glamping di Posong, Temanggung: Panduan Food Safety dan Cara Aman Bawa & Olah Makanan di Alam Terbuka (Photo by Bulat Khamitov on Pexels) © 2026 Liputan6.com

Memasak di alam terbuka memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan dengan memasak di rumah. Beberapa tantangan tersebut antara lain:

  1. Suhu makanan yang cepat berubah
  2. Es pendingin yang mudah mencair
  3. Air bersih yang terbatas
  4. Peralatan makan yang bercampur dengan bahan mentah
  5. Makanan yang sering dibiarkan terlalu lama di udara terbuka

Kondisi-kondisi ini dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Listeria yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

Cara Aman Membawa Makanan Saat Camping

1. Pisahkan bahan mentah dan makanan matang

Untuk menghindari kontaminasi silang, daging mentah sebaiknya disimpan dalam wadah yang tertutup rapat agar cairannya tidak mengenai makanan lain seperti buah atau sayur. Kontaminasi silang adalah salah satu penyebab umum terjadinya keracunan makanan. Oleh karena itu, gunakan:

  1. Wadah terpisah
  2. Plastik ziplock dengan warna yang berbeda
  3. Cooler box yang dilengkapi dengan sekat

2. Gunakan cooler box dengan es yang cukup

FDA merekomendasikan agar makanan dingin tetap dijaga di bawah suhu 4 derajat Celsius. Saat camping, penting untuk menggunakan cooler box yang dilengkapi dengan:

  1. Ice gel
  2. Es batu yang dibungkus dalam plastik tertutup
  3. Botol air yang telah dibekukan

Tips penting:

  1. Minuman sebaiknya dipisahkan dari bahan makanan
  2. Hindari membuka cooler box terlalu sering
  3. Simpan cooler box di tempat yang teduh

3. Hindari membawa makanan yang mudah basi

Tidak semua jenis makanan cocok untuk dibawa saat camping. Beberapa makanan berisiko cepat rusak, terutama jika perjalanan cukup jauh. Sebaiknya hindari membawa:

  1. Santan
  2. Seafood mentah
  3. Susu segar yang tidak didinginkan
  4. Mayones yang dibuat sendiri
  5. Daging yang telah dicairkan terlalu lama

Lebih baik membawa makanan yang lebih aman seperti:

  1. Makanan kaleng
  2. Telur rebus
  3. Abon
  4. Roti
  5. Buah utuh
  6. Frozen food yang masih dalam keadaan beku

Cara Aman Mengolah Makanan di Alam Terbuka

Belajar dari Kasus Glamping di Posong, Temanggung: Panduan Food Safety dan Cara Aman Bawa & Olah Makanan di Alam Terbuka (Photo by Bulat Khamitov on Pexels) © 2026 Liputan6.com

1. Hindari mencuci bahan makanan dengan sembarangan

Air dari pegunungan atau tampungan tidak selalu steril. Sebaiknya gunakan:

  1. Air matang
  2. Air galon
  3. Air yang telah direbus

Buah dan sayur sebaiknya dicuci terlebih dahulu di rumah sebelum dibawa saat camping.

2. Pastikan daging matang dengan sempurna

Warna daging tidak bisa dijadikan patokan keamanan. Daging yang tampak matang di luar belum tentu matang di bagian dalamnya. Risiko terbesar biasanya berasal dari:

  1. Daging barbeque yang setengah matang
  2. Ayam bakar yang kurang matang
  3. Daging yang telah dipanaskan berulang kali

Jika memungkinkan, gunakan termometer makanan untuk memastikan suhu memasak sudah aman.

3. Jangan menggunakan alat untuk makanan mentah dan matang secara bergantian

Kesalahan umum saat barbeque termasuk:

  1. Capit yang digunakan untuk daging mentah dipakai untuk daging matang
  2. Talenan yang bercampur
  3. Pisau yang tidak dicuci

Padahal, bakteri dari daging mentah dapat berpindah ke makanan matang dan berpotensi menyebabkan keracunan.

Aturan Penting: Jangan Biarkan Makanan Terlalu Lama

FDA mengingatkan agar makanan tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Batas aman yang ditetapkan adalah:

  1. Maksimal 2 jam pada suhu normal
  2. Maksimal 1 jam jika suhu di atas 32 derajat Celsius

Jika makanan sudah terlalu lama terpapar, sebaiknya:

  1. Hindari memanaskan ulang berkali-kali
  2. Jangan dipaksakan untuk dimakan demi sayang
  3. Lebih baik dibuang daripada menimbulkan risiko

Tanda-tanda keracunan makanan yang harus diperhatikan

Belajar dari Kasus Glamping di Posong, Temanggung: Panduan Food Safety dan Cara Aman Bawa & Olah Makanan di Alam Terbuka (Photo by Bulat Khamitov on Pexels) © 2026 Liputan6.com

Gejala keracunan makanan dapat muncul dalam beberapa jam setelah seseorang mengonsumsi makanan. Beberapa gejala yang mungkin timbul antara lain:

  1. Mual
  2. Muntah
  3. Diare
  4. Pusing
  5. Kram perut
  6. Lemas
  7. Sesak atau kehilangan kesadaran pada kasus berat

Apabila Anda mengalami gejala tersebut setelah makan saat berkemah, lakukan langkah-langkah berikut:

Advertisement
  1. Segera cari bantuan medis
  2. Simpan sisa makanan untuk pemeriksaan
  3. Jangan konsumsi makanan yang sama lagi

Aktivitas camping dan glamping memang sangat menyenangkan, terutama saat dilakukan bersama keluarga. Namun, aspek keamanan makanan sering kali diabaikan. Mengambil pelajaran dari insiden yang terjadi di Posong, Temanggung, sangat penting bagi setiap orang untuk lebih berhati-hati dalam membawa dan mengolah makanan saat berada di alam terbuka. Jangan hanya terpaku pada menu barbeque atau keindahan piknik. Pastikan bahwa makanan yang disajikan tetap higienis, matang sempurna, dan disimpan dengan baik agar liburan tidak berakhir menjadi sebuah tragedi.

Berita Terbaru
  • Rano Karno Peringatkan Jalan Amblas Bisa Terjadi di Titik Lain Jakarta
  • Pacu Inovasi dan Kinerja, Kemendagri Beri Apresiasi untuk Pemda Berprestasi di Sulawesi
  • Bareskrim Buru Pemilik New Zone Medan, Eddy Awie DPO Kasus Narkoba
  • Peran Penting Antimalaadministrasi Kampus dalam Tingkatkan Kualitas Layanan Publik
  • Wali Kota Makassar Lepas Ribuan Peserta Makassar Half Marathon 2026, Gaungkan Sport Tourism di Timur Indonesia
  • berita paham
  • glamping
  • konten ai
  • satu keluarga meninggal di posong
  • satu keluarga meninggal di temanggung
  • satu keluarga tewas di tenda
  • satu keluarga tewas saat glamping
Artikel ini ditulis oleh
Editor Muhamad Agil Aliansyah
S
Reporter Septika Shidqiyyah
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.