Anna Wintour Larang Tiga Bahan Dasar Ini Ada di Menu Met Gala, Ternyata Ini Alasan Sederhananya
Anna Wintour melarang bawang putih, bawang bombai, dan kucai di Met Gala demi menjaga aroma napas dan kesan elegan para tamu.
Met Gala kerap disebut sebagai malam paling mewah dalam dunia mode. Namun di balik kemegahan busana haute couture, selebritas papan atas, dan karpet merah yang memikat, tersembunyi pula kurasi ketat yang tak hanya berlaku pada pakaian, tetapi juga pada menu hidangan.
Tahun ini, Met Gala menjadi ajang gemilang bagi para selebritas Bollywood yang mencuri perhatian dunia. Shah Rukh Khan tampil elegan dalam setelan serba hitam rancangan Sabyasachi Mukherjee. D
iljit Dosanjh memukau dengan tampilan 'Maharaja' karya Prabal Gurung. Sementara itu, Kiara Advani memancarkan keanggunan dalam gaun kustom dari Gaurav Gupta, dan Priyanka Chopra tampil klasik dalam balutan polka dot karya Balmain.
Namun, di balik parade mode yang menawan itu, ada sisi lain dari acara ini yang tak kalah menarik untuk ditelisik: makanan yang disajikan. Dilansir dari Indian Express, Met Gala bukan hanya panggung bagi kreativitas visual, tetapi juga tantangan kuliner, terutama karena adanya aturan ketat yang diterapkan langsung oleh sang ratu mode, Anna Wintour.
Preferensi Pribadi yang Menjadi Aturan Mutlak
Sebagai pemimpin redaksi Vogue dan sekaligus pembawa acara Met Gala selama bertahun-tahun, Anna Wintour memiliki kendali penuh atas setiap detail, termasuk apa yang boleh dan tidak boleh masuk ke piring para tamu. Uniknya, pembatasan ini bukan berasal dari tren diet, alergi makanan, atau alasan kesehatan tertentu, melainkan murni karena preferensi pribadi sang nyonya rumah.
Dalam sebuah wawancara dengan Jenna Bush Hager di acara The Today Show tahun lalu, Wintour mengungkapkan tiga bahan makanan yang ia larang keras untuk disajikan dalam acara bergengsi tersebut: bawang putih, bawang bombai, dan daun kucai.
"Itulah hal-hal yang tidak begitu saya sukai," ujar Wintour secara lugas, membenarkan bahwa ketiga bahan tersebut telah dicoret dari daftar dapur Met Gala. Keputusan ini tentu mengejutkan, mengingat ketiganya merupakan fondasi dasar dalam banyak resep masakan di berbagai budaya kuliner dunia.
Namun, Wintour tetap teguh pada pilihannya. Dan tim kuliner yang bertugas pun harus mencari cara agar rasa hidangan tetap kaya dan menggugah selera, meskipun tanpa bantuan tiga bahan yang dikenal sebagai umami booster tersebut.
Tantangan Rasa Tanpa Fondasi
Lalu, bagaimana para chef mampu mempertahankan kedalaman rasa dalam masakan mewah mereka tanpa keberadaan bawang putih, bawang bombai, dan daun kucai?
Kanikka Malhotra, ahli gizi konsultan di Health Pepper, menjelaskan kepada indianexpress.com, “Dunia kuliner sangat bergantung pada bawang putih, bawang bombai, dan daun kucai karena ketiganya memberikan kombinasi rasa yang kompleks dan berkesan. Namun, dengan pendekatan kreatif, tetap memungkinkan untuk menciptakan hidangan yang lezat dan berlapis rasa, meski bahan-bahan tersebut harus dihilangkan karena alergi, kebutuhan diet khusus, atau syarat acara tertentu.”
Menurutnya, solusi terbaik ada pada penggunaan rempah dan bumbu segar. “Pikirkan tentang thyme, parsley, dill, tarragon, atau bahkan mint dan ketumbar. Semuanya memberikan aroma cerah dan segar yang bisa mengangkat rasa masakan,” kata Malhotra.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa rempah-rempah seperti jintan, ketumbar bubuk, dan paprika asap dapat memberi kehangatan dan kedalaman rasa yang tak kalah kompleks. Bahkan sejumput asafoetida, rempah khas India yang dikenal dengan aroma tajamnya dapat menggantikan nuansa gurih yang biasa diberikan bawang putih dan bawang bombai. “Namun, penggunaannya harus sangat hati-hati,” imbuhnya.
Bahan kaya umami lainnya seperti jamur, tomat kering, atau sedikit kecap asin (jika sesuai dengan jenis masakan yang disajikan), juga menjadi andalan untuk menciptakan rasa yang mendalam dan membekas di lidah.
Alasan Lain di Balik Pelarangan
Namun, di balik preferensi pribadi, terdapat pula alasan yang lebih ilmiah dan mungkin juga lebih logis mengapa seorang tuan rumah sekelas Anna Wintour memilih untuk melarang tiga bahan ini.
Menurut Malhotra, pelarangan ini bisa jadi berkaitan dengan pertimbangan ilmiah yang berhubungan dengan kenyamanan tamu dan suasana formal acara. “Ada alasan berbasis sains yang membuat tuan rumah ingin menghindari bawang putih, bawang bombai, dan daun kucai dari perjamuan resmi, bahkan jika preferensi pribadi bukan menjadi faktor utama,” jelasnya.
Ketiga bahan ini mengandung senyawa sulfur yang menghasilkan aroma menyengat dan kuat. Ketika dikonsumsi, senyawa sulfur tersebut diserap ke dalam darah dan kemudian dikeluarkan melalui kulit serta napas selama berjam-jam setelahnya. Inilah yang menyebabkan bau khas seperti garlic breath yang sulit dihilangkan hanya dengan menyikat gigi atau mengunyah permen mint.
Bayangkan suasana Met Gala yang penuh sesak dengan selebritas, influencer, dan tokoh penting dunia. Mereka berdiri berdekatan, berbincang, berfoto, bahkan diwawancara. Dalam kondisi seperti itu, bau napas menyengat tentu menjadi mimpi buruk, bukan hanya bagi si pemilik napas, tetapi juga bagi orang-orang di sekitarnya.
“Dalam situasi seperti ini, tuan rumah akan sangat menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan bau yang bertahan lama atau membuat para tamu menjadi tidak percaya diri dengan napas mereka,” tambah Malhotra.
Bahkan daun-daun herbal seperti parsley pun kadang sengaja tidak digunakan karena bisa tersangkut di gigi dan muncul dalam hasil jepretan kamera, menciptakan momen canggung yang tidak diinginkan di tengah glamornya sorotan publik.
Antara Selera dan Standar Kelas Dunia
Keputusan Anna Wintour ini bisa saja tampak remeh bagi sebagian orang. Tapi di dunia di mana kesempurnaan visual dan impresi sosial adalah mata uang utama, bahkan hal sekecil aroma bawang dapat menjadi persoalan besar.
Bagi para tamu, larangan ini bukan hanya tentang rasa, tapi juga tentang bagaimana mereka merasa percaya diri, segar, dan siap tampil di depan kamera. Dan bagi para chef, ini adalah tantangan artistik yang menguji kreativitas dan kemampuan teknik mereka untuk tetap menyajikan hidangan yang lezat, meski tanpa fondasi rasa klasik.
Namun di sisi lain, keputusan ini juga mengundang perdebatan: sampai sejauh mana seharusnya tuan rumah boleh mengatur menu demi menjaga citra dan kenyamanan, bahkan jika itu berarti mengorbankan tradisi kuliner?
Wintour, dengan karismanya yang khas dan reputasinya sebagai penjaga standar tinggi dalam dunia mode, tentu telah memperhitungkan semuanya dengan cermat. Baginya, elegansi bukan hanya tentang gaun dan jas, tetapi juga tentang aroma napas, kebersihan gigi, dan suasana meja makan yang tidak mencolok.
Dan meskipun terasa ekstrem, larangan ini justru memperlihatkan satu hal penting: dalam dunia selebritas kelas dunia, tidak ada detail yang terlalu kecil untuk diperhatikan.
Saat para tamu berjalan menyusuri karpet merah Met Gala dengan percaya diri dan anggun, mungkin tak banyak dari mereka yang menyadari bahwa kepercayaan diri itu tidak hanya datang dari desainer busana yang mereka kenakan, tetapi juga dari apa yang tidak mereka makan malam itu.
Larangan bawang putih, bawang bombai, dan daun kucai mungkin terdengar sepele. Namun di baliknya, terdapat pemikiran mendalam tentang citra, kenyamanan sosial, dan kesempurnaan yang tak pernah setengah-setengah.
Dalam dunia Anna Wintour, bahkan menu makan malam pun harus mematuhi estetika dan keharmonisan yang telah ia bangun selama puluhan tahun. Karena bagi sang maestro, kesempurnaan bukan hanya terlihat ia juga harus terasa, hingga ke detail paling halus sekalipun.