Volodymyr Zelenskiy Siap Berunding Soal Status Krimea dan Donbas dengan Putin
Krimea dicaplok Rusia pada 2014 lalu. Donbas yang ada di Ukraina timur menyatakan memerdekakan diri dari Kiev.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy menyampaikan siap bertemu dan berunding langsung dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, salah satunya untuk membahas status wilayah Donbas dan Krimea, termasuk soal kemungkinan referendum.
Krimea dicaplok Rusia pada 2014 lalu. Donbas yang ada di Ukraina timur menyatakan memerdekakan diri dari Kiev.
Dikutip dari France 24, Rabu (23/3), Zelenskiy mengatakan kepada media lokal, dia siap bertemu Putin "dalam format apapun" untuk membahas bagaimana mengakhiri perang yang telah menghancurkan sejumlah kota di Ukraina ini.
Putin memerintahkan pasukan Rusia menyerang Ukraina pada 24 Februari, yang disebutnya sebagai "operasi militer khusus".
Menurut Zelenskiy, berbicara dengan Putin merupakan salah satu kunci untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir sebulan ini.
Ukraina dan Rusia telah menggelar beberapa tahap perundingan melalui konferensi video, tapi sejauh ini tak ada terobosan besar.
"Tanpa pertemuan ini, mustahil untuk mengerti sepenuhnya apakah mereka siap untuk menghentikan perang," kata Zelenskiy.
Sementara itu dilaporkan dua bom "berkekuatan dahsyat" menghantam kota pelabuhan Mariupol pada Selasa. Kota itu dikepung pasukan Rusia dan terus menerus menghadapi gempuran sejak invasi dimulai.
Baca juga:
Media Rusia Sebut Situsnya Diretas Setelah Beritakan 9.861 Tentara Tewas di Ukraina
Tudingan Putin Penjahat Perang, Standar Ganda Amerika Serikat & Brutalnya Invasi Irak
Bagaimana Perang Rusia-Ukraina Bakal Berakhir?
78 Pesawat Rusia Disita di Luar Negeri
Potret Prajurit Sukarela Wanita Estonia di Tengah Invasi Rusia ke Ukraina
Benarkah Perang Rusia-Ukraina Pengaruhi Pasokan Mi Instan di Indonesia?
Gubernur BI: Konflik Rusia-Ukraina Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Global dan Indonesia