Viral, Seorang Nenek Masuk RS setelah Telan 8 Katak Hidup-Hidup Demi Obati Sakit Punggung
Apa hasil dari pemeriksaan yang dilakukan di rumah sakit?
Seorang wanita lanjut usia di Hangzhou, China, menjadi viral setelah dilarikan ke rumah sakit akibat menelan delapan ekor katak hidup.
Ia percaya bahwa tindakan tersebut bisa menyembuhkan rasa nyeri di punggungnya yang disebabkan oleh hernia tulang belakang.
Biasanya, orang yang menderita sakit punggung akan mengonsumsi obat pereda nyeri, menggunakan balsem, atau berkonsultasi dengan dokter.
Namun, nenek yang bernama Zhang ini memilih metode yang ekstrem setelah mendengar kabar bahwa menelan katak hidup dapat mengurangi rasa sakit, seperti yang dilaporkan oleh Oddity Central pada Minggu (12/10).
Ia pun meminta bantuan anggota keluarganya untuk menangkap beberapa katak berukuran sedang tanpa menjelaskan alasannya.
Mengalami Nyeri Perut
Dalam waktu satu hari, Zhang berhasil menelan lima ekor katak hidup, dan kemudian menambahkan tiga ekor lagi pada hari berikutnya.
Tak lama setelah itu, ia mulai merasakan sakit perut yang parah. Pada awalnya, Zhang hanya merasakan sedikit ketidaknyamanan, namun rasa sakit itu semakin meningkat dari hari ke hari.
Saat ia tidak lagi mampu menahan rasa sakit tersebut, ia akhirnya mengaku kepada keluarganya bahwa ia telah menelan delapan katak hidup.
Infeksi dan gangguan darah
Zhang segera dibawa ke Rumah Sakit Affiliated Zhejiang University untuk mendapatkan perawatan.
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, dokter menemukan jumlah sel oksifil yang tidak normal dalam tubuhnya, yang menjadi indikasi adanya infeksi parasit atau gangguan pada darah.
"Menelan katak hidup merusak sistem pencernaan pasien dan memungkinkan parasit masuk ke dalam tubuhnya," jelas salah satu dokter yang menangani kasus tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa Zhang terinfeksi cacing pita Sparganum, parasit yang umumnya ditemukan pada individu yang mengonsumsi atau bersentuhan dengan katak dan ular hidup.
Setelah menjalani perawatan selama dua minggu, Zhang akhirnya dinyatakan pulih dan diperbolehkan untuk pulang. Namun, dokter memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak mencoba pengobatan tradisional yang tidak memiliki dasar medis.
"Selain menelan katak hidup, banyak orang juga mengonsumsi empedu ular, empedu ikan mentah, atau menempelkan kulit katak ke tubuh," ungkap dokter tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencari pengobatan, terutama bagi para lansia.
"Sebagian besar dari mereka adalah lansia yang cenderung tidak terbuka mengenai kondisi kesehatan mereka kepada keluarga, dan baru datang ke rumah sakit ketika kondisinya sudah sangat parah," tambahnya.