Venezuela Bergejolak, Sampai Ada Deklarasi Presiden Tandingan
Kondisi politik Venezuela sedang memanas. Tiba-tiba ada dua presiden Venezuela secara serempak:
Belum selesai masa krisis Venezuela, kini negara tersebut kembali bergejolak. Masyarakat melakukan protes agar Presiden Nicolas Maduro mengundurkan diri. Mereka kecewa dengan kepemimpinan Maduro yang tak bisa memperbaiki kondisi negara, termasuk membayar utang.
Menurut Institut Keuangan Internasional yang berbasis di Washington, pada 2017, Venezuela memiliki utang luar negeri sekitar USD 150 miliar atau sekitar Rp 2,116 triliun, termasuk utang kepada China sebesar USD 23 miliar atau Rp 324 triliun.
Presiden Maduro belum mengundurkan diri, namun pemimpin oposisi Venezuela dari Majelis Nasional, Juan Guaido, sudah mendeklarasikan dirinya sebagai Presiden Venezuela sementara.
Berikut kondisi Venezuela yang kembali bergejolak saat krisis menimpa negaranya:
Bentrokan antara Kelompok Oposisi dengan Kepolisian
Setelah Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai presiden Venezuela sementara, kelompok oposisi langsung melakukan aksi bentrok dengan kepolisian. Para demonstran dari kubu oposisi melakukan aksi memblokir jalan tol hingga membakar.
Hal ini dilakukan sebagai protes terhadap pemerintah. Demonstrasi besar-besar terjadi sebagai bentuk protes untuk melengserkan Presiden Nicolas Maduro.
Dapat Dukungan dari Amerika Serikat
Keputusan Guaido menjadi presiden Venezuela sementara mendapat dukungan dari Presiden AS Donald Trump. Bahkan ia mengatakan Washington mengakui Guaido sebagai pemimpin sah negara di Amerika Selatan tersebut.
"Kami tetap menganggap rezim Maduro yang tidak sah secara langsung bertanggung jawab atas segala ancaman yang mungkin ditimbulkannya untuk keselamatan rakyat Venezuela," kata Trump.
Menlu AS Mike Pompeo juga meminta Nicolas Maduro mundur dan berjanji mendukung pemerintah transisi. "Rakyat Venezuela telah menderita cukup lama di bawah kediktatoran Nicolas Maduro yang kejam," kata Pompeo. "Kami menyerukan Maduro untuk mundur demi pemimpin yang sah yang mencerminkan kehendak rakyat Venezuela," katanya.
Maduro Sebut Guaido sebagai "Boneka AS"
Maduro menyebut Guaido sebagai boneka AS dan juga agen AS. Menurutnya, Guaido adalah badan intelijen AS yang ditunjuk untuk mengendalikan kondisi Venezuela.
Ia adalah boneka AS, diciptakan oleh badan intelijen AS, merekalah yang mengendalikannya, kata Maduro.
Awal Permusuhan Venezuela dan Amerika Serikat
Kasus ini membuat hubungan Venezuela dan AS merenggang. Maduro memutuskan hubungan diplomatik dengan AS dan mengusir para diplomat AS dari negaranya. Maduro juga mengeluarkan kebijakan baru, yaitu menutup kedutaan besar dan semua konsulatnya di AS.
Sebelumnya, Kedutaan Besar Venezuela di AS menghentikan pelayanan konsuler pascapemutusan hubungan diplomatik. "Saya memutuskan untuk menutup kedutaan dan semua konsulat Venezuela di Amerika Serikat," kata Maduro.