Ukraina Undang Ibu dari Tentara Rusia yang Ditangkap untuk Menjemput Anaknya
Sepekan setelah serangan Rusia ke Ukraina, Kiev mengklaim sudah menangkap puluhan tentara Rusia dan cuplikan video dari ponsel beredar di Internet memperlihatkan sejumlah tentara Rusia yang ditangkap dalam keadaan tidak bersenjata dan kebingungan.
Ukraina kemarin mengundang para ibu dari tentara Rusia yang ditangkap di medan perang untuk menemui dan menjemput anak mereka.
"Keputusan sudah diambil untuk menyerahkan tentara Rusia yang tertangkap kepada ibu mereka jika mereka bersedia datang dan menjemput anaknya di Ukraina, di Kiev," kata pernyataan Kementerian Pertahanan Ukraina, seperti dilansir laman Al Arabiya, Kamis (3/3).
Sepekan setelah serangan Rusia ke Ukraina, Kiev mengklaim sudah menangkap puluhan tentara Rusia dan cuplikan video dari ponsel beredar di Internet memperlihatkan sejumlah tentara Rusia yang ditangkap dalam keadaan tidak bersenjata dan kebingungan.
Kiev membuka saluran telepon bagi para orangtua Rusia untuk mencari putra mereka yang tertangkap atau tewas.
Kementerian Pertahanan Ukraina mengumumkan nomo telepon dan alamat surel untuk memberikan informasi tentang tentara Rusia yang tertangkap dan ibu dari tentara itu akan diundang ke Kiev untuk menjemput putra mereka.
"Anda akan diterima dan dibawa ke Kiev dan anak Anda akan dikembalikan," kata pernyataan Kementerian Pertahanan.
"Tidak seperti Putin yang fasis, kami orang Ukraina tidak berperang melawan para ibu dan anak mereka yang tertangkap."
Baca juga:
Bank Dunia Hentikan Semua Proyek di Rusia dan Belarusia Setelah Serang Ukraina
Kota Mariupol Ukraina Terancam Alami Bencana Kemanusiaan Setelah Dibombardir Rusia
Menlu Rusia: Jika Terjadi Perang Dunia Ketiga akan Jadi Perang Nuklir
Ukraina Sebut 7.000 Tentara Rusia Tewas, Versi Moskow Hanya 498
"Kami Tak Takut Mati untuk Membunuh Mereka yang Menyerang Tanah Air Kami"
70 Pria Jepang Daftar untuk Ikut Berperang Bela Ukraina
"Saya Tak Mau Keluarga Saya Tewas, Mereka Penjajah dan Harus Dimusnahkan"
Ayatollah Ali Khamenei Sebut Ukraina Korban Krisis yang Diciptakan Amerika