Turki akan terapkan hukuman mati bagi pelaku kudeta
Rakyat pendukung Presiden Erdogan menyerukan para pelaku kudeta dihukum mati.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberi tanda persetujuan bagi hukuman mati untuk para pelaku kudeta Jumat lalu.
Dalam pidato di kediamannya di Istambul Minggu malam, erdogan menyampaikan dia akan memenuhi keinginan rakyat yang menuntut hukuman mati terhadap para pelaku kudeta.
Ketika massa meneriakkan 'kami ingin hukuman mati' Erdogan menjawab dengan kata-kata: "Kami mendengar permintaan kalian. Di dalam demokrasi, apa yang diinginkan rakyat akan dipenuhi."
Pada kesempatan itu Erdogan juga menyatakan pemerintah akan mulai membahas penerapan kembali hukuman mati dengan kelompok oposisi.
"Kita tidak akan menunda keputusan ini lama-lama karena para pelaku kudeta di negeri ini harus membayar perbuatannya," kata dia, seperti dilansir situs CBS News, Senin (18/7).
Sejak 1984 Turki tidak pernah lagi menjalankan hukuman mati dan pada 2004 hukuman mati dilarang sebagai syarat untuk bergabung dengan Uni Eropa.
Menteri Kehakiman Bekir Bozdag dalam siaran televisi mengatakan operasi pembersihan masih terus dijalankan. Sekitar 6.000 orang sudah ditahan.
Sebanyak 265 orang tewas dalam lebih dari 1.400 lainnya luka akibat aksi kudeta pada Jumat lalu di Istambul dan Ankara.
Baca juga:
Drama Kudeta Turki: Gulen vs Erdogan dari kawan jadi lawan
Hamas serukan dukungan untuk Erdogan
Tentara Turki terlibat kudeta paling banyak dari Angkatan Udara
Salim Said: Rakyat Turki melawan karena ogah militer campuri politik
Tentara Turki sangka kudeta cuma latihan militer
Benarkah Erdogan rencanakan kudeta militer di Turki?