LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Trump Mengaku Kecewa Berat dengan Putin, Ini Sebabnya

Apakah ini menandakan bahwa Trump akan memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia?

Rabu, 03 Sep 2025 20:19:00
amerika serikat
Presiden Donald Trump berpidato dari Gedung Putih, Sabtu (21/6/2025), setelah militer Amerika Serikat menyerang tiga situs program nuklir Iran, yang menandai secara langsung dukungan terha (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Pada Selasa, 2 September 2025, Presiden Donald Trump menyatakan kekecewaannya terhadap ketidakmampuan pemimpin Rusia, Vladimir Putin, dalam mencapai kesepakatan damai mengenai Ukraina. Namun, Trump tidak memberikan rincian mengenai konsekuensi yang mungkin dihadapi oleh Moskow. Sejak pertemuannya dengan Putin di Alaska bulan lalu, Trump telah mendorong pemimpin Rusia tersebut untuk melakukan dialog langsung dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Sayangnya, alih-alih melakukan pembicaraan, Rusia justru meningkatkan serangan di Kyiv, yang mengundang kritik tajam dari Washington dan Uni Eropa.

Dalam sebuah acara radio yang dipandu oleh Scott Jennings, Trump mengungkapkan, "Saya sangat kecewa dengan Presiden Putin, saya bisa katakan itu." Ia menambahkan, "Kami memiliki hubungan yang hebat, saya sangat kecewa." Meskipun demikian, Trump tidak menjelaskan tindakan konkret yang akan diambil oleh Amerika Serikat (AS) jika tenggat waktu untuk kesepakatan yang ia tetapkan berakhir minggu ini.

Terkadang, Trump mengancam akan memberlakukan sanksi baru terhadap Moskow, tetapi di lain waktu ia malah menyarankan agar Rusia dan Ukraina "menyelesaikan masalah mereka sendiri." Pada kesempatan sebelumnya, ia menegaskan akan "melakukan sesuatu untuk membantu orang bisa hidup," namun tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai maksudnya.

Ketika ditanya di Oval Office apakah ia telah berbicara dengan Putin baru-baru ini, Trump memberikan sinyal adanya perkembangan baru. "Saya telah mengetahui hal-hal yang akan sangat menarik, saya pikir dalam beberapa hari ke depan Anda akan mengetahuinya," ujarnya. Ia juga menekankan bahwa akan ada konsekuensi jika Putin dan Zelenskyy tidak berhasil bertemu.

Advertisement

Tidak perlu khawatir tentang hubungan erat antara China, Rusia, dan Korea Utara

Presiden Donald Trump berpidato dari Gedung Putih, Sabtu (21/6/2025), setelah militer Amerika Serikat menyerang tiga situs program nuklir Iran, yang menandai secara langsung dukungan terha © 2025 Liputan6.com

Walaupun hubungan militer antara Rusia, China, dan Korea Utara semakin mendalam, Trump menegaskan bahwa dirinya tidak merasa khawatir. Saat ini, Putin berada di Beijing untuk memenuhi undangan Presiden Xi Jinping, bersama dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, guna menghadiri parade militer yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Kemenangan Perlawanan Rakyat China terhadap Agresi Jepang. "Saya sama sekali tidak khawatir, tidak," ungkap Trump dalam sebuah acara radio. "Kami memiliki militer terkuat di dunia sejauh ini dan mereka tidak akan pernah menggunakan militernya terhadap kami. Itu akan menjadi hal terburuk yang bisa mereka lakukan."

Advertisement

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa Washington sedang mengevaluasi respons terhadap tindakan Rusia. Menurut Bessent, setelah pertemuan puncak di Alaska, Putin justru meningkatkan serangan udara, meskipun sebelumnya sempat menunjukkan sinyal untuk bernegosiasi. "Faktanya, dia dengan cara yang tercela telah meningkatkan pengeboman," kata Bessent kepada Fox News. "Jadi saya pikir bersama Presiden Trump, semua opsi ada di meja dan saya rasa kami akan meninjaunya dengan sangat cermat minggu ini."

Advertisement
Berita Terbaru
  • Kurangi Macet dan Emisi, BRT Metropolitan Cekungan Bandung Bakal Digarap Brantas Abipraya
  • FOTO: Umat Hindu Rayakan Hari Raya Galungan dengan Persembahyangan di Pura
  • Qodari: MBG Tak Bisa Dihentikan
  • FOTO: Massa Aksi Dukung Kelanjutan Program Makan Bergizi Gratis
  • Andalkan AI, Luhut Sebut Negara Bakal Cegah Kebocoran Anggaran Rp 2.000 Triliun
  • amerika serikat
  • berita update
  • donald trump
  • konten ai
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
K
Reporter Khairisa Ferida
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.