Trump Ingin Bubarkan USAID, Staf Dari Berbagai Negara di Seluruh Dunia Diminta Cuti
Pengumuman mengenai penarikan staf tetap ini disampaikan melalui platform daring.
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk menempatkan staf tetap Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) di seluruh dunia dalam status cuti, kecuali bagi mereka yang dianggap penting. Mengutip dari CNN pada Rabu (5/2/2025), cuti administratif ini mulai berlaku sejak Jumat (7/2). Pengumuman yang dipublikasikan secara daring pada Selasa (4/2) memberikan waktu 30 hari bagi staf untuk kembali ke tempat tinggal mereka, yang mengakibatkan gangguan pada misi luar negeri USAID yang telah berlangsung selama lebih dari enam dekade.
Setelah Trump memberhentikan bantuan luar negeri, banyak staf USAID dan program bantuan di seluruh dunia terpaksa diberhentikan. Bahkan, situs web USAID sempat dihapus oleh Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang dipimpin oleh Elon Musk pada akhir pekan lalu. Situs tersebut baru dapat diakses kembali pada Selasa malam, dengan pengumuman yang hanya menyampaikan informasi mengenai penarikan atau pemecatan staf global.
Keputusan untuk menarik staf dan keluarga mereka lebih awal dari jadwal yang direncanakan diperkirakan akan menghabiskan biaya hingga puluhan juta dolar untuk perjalanan dan pemindahan.Staf yang berada dalam status cuti ini mencakup pegawai asing serta pegawai sipil yang dilindungi oleh hukum dari pemecatan tanpa alasan yang jelas.
Asosiasi Layanan Luar Negeri AS (AFSA), yang merupakan serikat pekerja bagi anggota Layanan Luar Negeri AS, termasuk diplomat dan pegawai lainnya, mengecam keputusan ini.
Mereka juga memberitahukan anggotanya bahwa sedang mempersiapkan langkah hukum untuk menentang keputusan tersebut. Sementara itu, staf lokal yang bekerja di USAID tidak memiliki banyak pilihan dan tidak termasuk dalam tawaran pengunduran diri sukarela yang diberikan oleh pemerintah federal. Hal ini sebagaimana dikutip dari The Guardian.
Pengumuman tersebut juga menyatakan bahwa staf yang bertanggung jawab atas "fungsi-fungsi penting misi, kepemimpinan inti, dan program-program khusus" akan dikecualikan dari cuti ini, dan mereka akan diberitahu pada Kamis (6/2) sore. "Terima kasih atas pelayanan Anda," demikian bunyi penutup dari pengumuman tersebut.