TNI AL bantah tembaki kapal nelayan Taiwan di Selat Malaka
Kadispen AL yakin pihaknya tidak terlibat, karena tak ada kapal bernomor lambung '2' di jajarannya
Dua kapal nelayan berbendera Taiwan yang ditembak menuntut pemerintah Indonesia dan aparat TNI Angkatan Laut untuk meminta maaf. Nelayan Taiwan membaca kode '2804' dari badan kapal militer yang menembaki mereka, dan kode tersebut disebutkan milik TNI AL.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Kolonel Laut (P) Edi Sucipto mengatakan jika pihak AL memiliki nomor lambung kepala 3 dan 9.
"Kalau pihak AL, kami punya nomor lambung kepala tiga dan sembilan, dan penomoran tersebut hanya tiga digit," ucap dia saat dhubungi merdeka.com melalui sambungan telepon, Selasa (22/3).
Edi menjelaskan nomor lambung kepala tiga merupakan satuan kapal escorta, sedangkan nomor sembilan merupakan kapal bantu.
"Kapal dengan nomor lambung kepala tiga merupakan satuan kapal escorta, empat untuk kapal selam, lima kapal angkut, enam kapal cepat, tujuh kapal ranjau, delapan kapal patroli dan sembilan kapal bantu. Tidak ada KRI yang nomor kapalnya dua dan memiliki lebih dari tiga digit," lanjut dia.
Sebelumnya diberitakan, awak dua kapal nelayan berbendera Taiwan menuntut pemerintah Indonesia dan aparat TNI AL untuk meminta maaf. Mereka mengklaim ditembaki saat melewati Selat Malaka.
Kedua kapal tersebut bernama 'Sheng Te Tsai' dan 'Lien I Hsing No.116', yang merupakan anggota Asosiaso Nelayan Liuchiu. Kelompok itu mengaku ditembaki pada Senin pagi waktu setempat.
Para awak mencatat setidaknya 10 lubang peluru di badan kapal, kendati tidak ada orang yang cedera. Mereka menduga penembakan tersebut tidak sesuai dengan norma maritim biasa, ketika kapal yang diduga melanggar wilayah diberi tembakan peringatan.
Nelayan Taiwan membaca kode '2804' dari badan kapal militer yang menembaki mereka. Kode itu disebut milik TNI AL.
Lokasi kapal dari Liuchiu itu sedang berada pada 6 derajat 15 menit lintang utara dan 97 derajat 40 menit bujur timur ketika penembakan terjadi. Tepatnya, 200 kilometer di sisi barat Pulau Langkawi.
Wilayah itu disebut masuk perairan internasional di Samudra Hindia, sehingga tidak ada alasan kapal mereka ditembaki.
Baca juga:
2 Kapal Taiwan ditembaki di Selat Malaka, tuntut TNI AL minta maaf
Kasal bantah klaim China, penangkapan kapal terjadi di wilayah RI
Kapal China langgar batas wilayah, TNI AL perkuat perairan Natuna
5 Fakta China arogan, kirim kapal terobos Natuna bela pencuri ikan
JK soal kapal AL China langgar wilayah: Itu urusan Menteri Susi
Menlu Retno panggil perwakilan China, protes kapal terobos Natuna