Terlalu, petugas layanan kesehatan malas-malasan bukan layani pasien
Terlalu, petugas layanan kesehatan malas-malasan bukan layani pasien. Pusat kesehatan nasional Rumah Sakit St Charles di Ladbroke Grove, London Barat, Inggris, memberikan pelayanan yang sangat buruk kepada pasien. Pasalnya, pegawai yang seharusnya melayani panggilan telepon darurat melalui 111 tidak melaksanakan tugas.
Pusat kesehatan nasional Rumah Sakit St Charles di Ladbroke Grove, London Barat, Inggris, memberikan pelayanan yang sangat buruk kepada pasien. Pasalnya, pegawai yang seharusnya melayani panggilan telepon darurat melalui 111 tidak melaksanakan tugasnya dengan baik.
Dalam laporan yang diterbitkan Senin (4/3), kemalasan tak hanya terjadi pada para pegawai, bahkan atasan mereka malah bermain kartu di jam kerja. Sementara, para pasien yang menelepon benar-benar membutuhkan layanan darurat dan harus segera ditangani.
Keganjilan itu terlihat ditemukan dalam laporan investigasi yang dilakukan wartawan dari tabloid The Sun yang menyamar sebagai salah satu pegawai. Mirisnya, mereka nampak enggan menerima telepon darurat dan membiarkan penelepon menunggu, sedangkan penerima merebahkan kepalanya di atas meja.
Wartawan The Sun melakukan investigasi tersebut dengan cara yang cukup sempurna. Dia terlebih dahulu mengirimkan lamaran kerja dan melalui pelbagai proses seperti pencari kerja pada umumnya. Setelah masuk ke bagian dalam, dia melakukan pekerjaan seperti pegawai lain dan mengamati tingkah laku mereka.
Dari hasil pengamatannya, wartawan itu menemukan fakta mengejutkan.
"Sambungan terputus. Mungkin dia sudah mati," ucap salah satu pegawai setelah menerima telepon dari seseorang yang merasa depresi dan mengaku ingin bunuh diri. Namun, dia malah memintanya menunggu tanpa melakukan tindakan apapun.
Dia juga mengatakan tidak harus bertanggung jawab meski nyawa orang itu berada di tangannya.
Pegawai lainnya juga lebih terfokus pada ponsel di depan matanya, dibandingkan mendengarkan keluhan dari penelepon. Dia berkali-kali membalas pesan singkat, atau berseluncur di dunia maya.
Kondisi di dalam ruangan juga sangat tidak kondusif. Bahkan, wartawan yang melakukan investigasi tersebut menemukan benda-benda yang diduga bekas dipakai untuk menghirup kokain. Mirisnya lagi, para atasan memberi arahan agar pegawainya berbohong kepada pasien.
Bukti-bukti tersebut diteruskan ke Departemen Kesehatan.
"Kami menyikapi segala tuduhan ini dengan sangat serius dan telah meluncurkan pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan mendesak," kata Direktur Medis Pusat Kesehatan Nasional dr Simon Douglass.
"Semua masalah yang berhubungan dengan perilaku staf sangat penting bagi kami, terutama jika itu ada kaitannya dengan keselamatan pasien," ungkapnya.
Layanan 111, atau panggilan kesehatan nasional ini merupakan upaya dari pemerintah setempat untuk memudahkan pasien mendapatkan perawatan medis dengan mudah. Sayangnya, kebijakan itu tidak berlanjut ke tingkat bawah dan mereka hanya berpangku tangan jika penelepon tidak lagi bersuara.
Baca juga:
Kesal dengar tangisan, pengasuh celupkan kaki bayi ke penggorengan
Gadis 12 tahun tewas gara-gara deodoran
Jelang Paskah, Inggris larang toko hewan jual kelinci
Aksi simpatik wanita muslim di London untuk korban teror
Khalid Masood, guru yang jadi pelaku teror Gedung Parlemen Inggris