Khalid Masood, guru yang jadi pelaku teror Gedung Parlemen Inggris
Merdeka.com - Polisi Inggris merilis gambar pertama pelaku penyerangan di dekat Gedung Parlemen yang melakukan aksinya pada Rabu lalu. Pelaku bernama Khalid Masood (52), warga Negeri Ratu Elizabeth yang pernah bekerja sebagai guru.
Khalid Masood, pria Inggris berusia 52 tahun dikonfirmasi kepolisian sebagai pelaku serangan teror di Jembatan Westminster, dekat Gedung Parlemen, Rabu lalu. Polisi menyebut Masood punya sejarah kriminal dan pernah diperiksa agen rahasia Inggris, terkait potensi pelaku teror.
Dia ditembak mati polisi usai melakukan penyerangan di Westminster. Sementara itu, dua tersangka lainnya ditahan menyusul perburuan ke 21 lokasi, sebagian besar di sekitar London, pusat kota Birmingham, dan di kota barat laut Manchester.
Polisi merilis foto milik Masood, yang juga memakai nama samaran Adrian Elms dan Adrian Russell Ajao di antara banyak alias lainnya, menunjukkan seorang pria ras campuran dengan kepala dicukur dan berjanggut.

Masood, terlahir dengan nama Adrian Russell Ajao pada 1964 di Kent, selatan Inggris, namun tumbuh besar di Rye. Kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai pengusaha tekstil, hijrah ke Wales, dan Masood pindah ke Birmingham, dimana polisi melakukan investigasi terkait serangan teror di Gedung Parlemen.
Teman sekolah Masood mengatakan pada Daily Mail bahwa dia merupakan siswa yang populer dan berprestasi, dalam pelajaran juga olahraga. Selain itu, Masood juga dikenal sebagai pribadi yang ceria.
Lulus sekolah, Masood bekerja selama 12 tahun di perusahaan pembersihan kimia. Dia juga pernah menjadi guru Bahasa Inggris selama empat tahun, dari 2005-2009 di Arab Saudi.
“Saat bekerja di Arab Saudi, Khalid Masood tidak punya catatan kriminal,” tulis Kedutaan Besar Arab Saudi di London.
Tapi, tidak demikian dengan di Inggris. Pihak kepolisian mencatat beberapa laporan kekerasan yang dilakukan Masood, antara tahun 1983 dan 2003. Dia juga diketahui memiliki senjata tajam dan melakukan keributan.

Perdana Menteri Theresa May mengatakan, ia dikenal intelijen sebagai tokoh "yang dikesampingkan" beberapa tahun lalu. Tapi tidak ada peringatan soal rencananya hendak melakukan serangan.
Setidaknya 50 orang asal 12 negara berbeda menderita cedera ketika Masood menabrakkan mobil sewaan ke arah kerumunan pejalan kaki di sepanjang trotoar Westminster Bridge, sebelum menghantamkan kendaraannya ke pagar di luar parlemen.
Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bahwa serangan teror paling mematikan di Inggris dalam 12 tahun telah dilakukan oleh salah seorang "prajurit". Ia beraksi menyambut seruan agar menargetkan negara-negara dalam koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) yang melawan ISIS.
Tiga orang di jembatan meninggal setelah ditabrak mobil yang melaju kencang. Lantas seketika penyerang melompat keluar dari kendaraan. Dengan fatal, dia tikam seorang polisi di dalam halaman gerbang Gedung Parlemen sebelum pelaku ditembak mati. (mdk/che)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya