‘Tank Terkuat di Dunia’ Gagal Lindungi Tentara Israel di Gaza, Kehebatannya Selama Ini Hanya Mitos
Pertempuran di Jabalia, Gaza pekan lalu menewaskan sedikitnya tiga tentara Israel di dalam tank.
Harian berbahasa Ibrani Maariv melaporkan tiga tentara Israel yang tewas di Gaza utara berada di dalam sebuah tank Merkava Mark 4 saat terjadi bentrokan dengan pasukan perlawanan Palestina di Jabalia pada Senin, 14 Juli.
Koresponden militer surat kabar tersebut, Avi Ashkenazi, membenarkan kematian tiga tentara itu terjadi di dalam apa yang dianggap sebagai “tank terbaik dan terkuat di dunia dalam hal perlindungan.”
Ashkenazi menambahkan, tentara Israel hingga pagi ini belum dapat memastikan apakah tank tersebut terkena rudal anti-tank atau alat peledak yang diletakkan di bawahnya.
Hantaman yang sangat parah
Sayap militer Hamas, Brigade Izz ad-Din al-Qassam, menyatakan melalui saluran Telegram mereka bahwa ketiganya tewas setelah “pasukan perlawanan menargetkan tank mereka selama pertempuran di Jalur Gaza.”
Dilansir Xinhua, Minggu (15/7), militer Israel mengidentifikasi para tentara tersebut sebagai Sersan Staf Shoham Menahem (21), Sersan Shlomo Yakir Shrem (20), dan Sersan Yuliy Faktor (19), semuanya berasal dari Batalion Korps Lapis Baja ke-52 Brigade 401. Seorang perwira juga dilaporkan terluka parah dalam insiden tersebut.
Maariv melaporkan tank tersebut mendapat “hantaman yang sangat parah,” dan para pejabat militer belum dapat mengidentifikasi jenis senjata yang digunakan secara pasti.
Surat kabar itu menggambarkan adanya kegelisahan yang di kalangan perwira Israel yang enggan menyampaikan fakta sebenarnya kepada para pemimpin politik.
Disebutkan pula bahwa tentara Israel kini “terjebak di lumpur Gaza,” dan kepemimpinannya tengah dilanda kebingungan dalam perang yang tak lagi terkendali.
Maariv juga mengakui adanya penurunan tajam dalam prestise militer.
Kelebihan Tank Merkava Mark 4
Tank Merkava Mark 4 adalah tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT) andalan Israel Defense Forces (IDF) yang dikenal sebagai salah satu tank tercanggih di dunia.
Sistem Perlindungan Aktif Trophy (APS)
Merkava Mark 4 dilengkapi dengan sistem perlindungan aktif Trophy, yang mampu mendeteksi dan menetralisir ancaman seperti roket anti-tank (RPG) dan rudal kendali anti-tank (ATGM) sebelum mengenai badan tank. Sistem ini menggunakan radar dan proyektil untuk menghancurkan ancaman, terbukti efektif dalam konflik seperti Operation Protective Edge di Gaza (2011 dan 2014).
Desain untuk Perlindungan Awak
Tank ini dirancang dengan fokus pada kelangsungan hidup awak, mengingat Israel memiliki populasi kecil sehingga kerugian personel sangat dihindari. Kompartemen awak berada di bagian belakang, dengan pintu masuk belakang (rear hatch) yang memungkinkan evakuasi cepat atau penggunaan sebagai kendaraan medis dan komando. Tank ini juga dapat mengangkut hingga 8 prajurit atau 3 tandu medis.
Sistem Manajemen Pertempuran Terintegrasi
Merkava Mark 4 dilengkapi dengan teknologi digital canggih, termasuk sistem kecerdasan buatan (AI), sensor akuisisi target otonom, dan kamera 360 derajat untuk kesadaran situasional penuh. Sistem ini memungkinkan koordinasi optimal dengan unit lain seperti artileri dan helikopter, meningkatkan efektivitas dalam pertempuran asimetris
Kekurangan Tank Merkava Mark 4
Kerentanan terhadap Serangan dari Atas
Meskipun sistem Trophy sangat efektif melawan ancaman horizontal seperti RPG dan rudal anti-tank, tank ini tetap rentan terhadap serangan dari atas, seperti bom yang dijatuhkan oleh drone. Insiden di Gaza pada Oktober 2023 dan November 2024 menunjukkan bahwa drone Hamas berhasil menghancurkan Merkava Mark 4 dengan menargetkan kompartemen amunisi dari atas, yang menyebabkan kerusakan parah atau kehancuran total.
Kerentanan terhadap Ranjau Darat
Meskipun bagian bawah lambung telah diperkuat untuk melindungi dari ranjau darat, tank ini masih rentan terhadap bahan peledak improvisasi (IED) berdaya ledak tinggi. Insiden di Gaza pada November 2024 menunjukkan bahwa IED yang kuat dapat menghancurkan tank, terutama jika menargetkan area kritis seperti kompartemen amunisi.
Berat dan Mobilitas Terbatas
Dengan berat sekitar 65 ton, Merkava Mark 4 lebih berat dibandingkan beberapa tank modern lainnya seperti Leopard 2 (sekitar 62 ton). Hal ini dapat membatasi mobilitas di medan yang sulit, seperti daerah berlumpur atau pegunungan curam. Kecepatannya (maksimum 64 km/jam) juga lebih lambat dibandingkan beberapa tank lain, karena desainnya memprioritaskan perlindungan daripada kecepatan.
Biaya Produksi Tinggi
Biaya produksi Merkava Mark 4 diperkirakan sekitar USD 3,5 juta per unit (sekitar Rp54,49 miliar pada 2022). Tingginya biaya ini, ditambah dengan kebutuhan perawatan teknologi canggih seperti Trophy dan sistem digital, dapat menjadi beban finansial, terutama untuk negara kecil seperti Israel.
Kelemahan di Medan Perkotaan
Meskipun dioptimalkan untuk konflik intensitas rendah, tank ini tetap rentan dalam pertempuran perkotaan, terutama terhadap serangan asimetris seperti penyergapan dengan RPG atau drone. Insiden di Gaza menunjukkan bahwa musuh dapat mengeksploitasi titik lemah seperti bagian atas atau belakang tank.
Kerusakan Signifikan dalam Konflik Terbaru
Menurut laporan media pada Juli 2025, sekitar 50% dari 400 unit Merkava Mark 4 milik Israel mengalami kerusakan dalam perang Gaza, dengan 25% di antaranya tidak dapat digunakan lagi. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun canggih, tank ini tidak kebal terhadap taktik musuh yang terus berkembang, seperti penggunaan drone dan IED.