Takut diburu Putin, pembocor dokumen soal Trump kini bersembunyi
Takut diburu Putin, pembocor dokumen soal Trump kini bersembunyi. Chris Steele, yang merupakan mantan mata-mata Inggris, kini memilih bersembunyi dan pergi dari rumahnya. Dia takut Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan aksi balas dendam akibat tindakannya membocorkan dokumen soal kehidupan seksual Donald Trump.
Gara-gara dokumen yang dibocorkannya membuat heboh dunia, mantan mata-mata Inggris anggota MI6, Chris Steele, memilih bersembunyi. Banyak yang menduga, tindakan itu dilakukannya untuk menghindari upaya balas dendam dari Presiden Rusia Vladimir Putin.
Mantan mata-mata ini mengungkap sebuah aksi cabul yang dilakukan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump, yang rentan terhadap aksi pemerasan. Sebelum meninggalkan rumahnya, dia sempat menitipkan kucing-kucing peliharaan kepada tetangganya.
"Rawat kucing saya," pinta Steele kepada tetangganya, Kamis (12/1), demikian dilansir harian Inggris, Telegraph.
Steele meninggalkan rumahnya kemarin malam, tak lama setelah sejumlah media internasional membocorkan namanya, terkait dokumen yang menyebutkan Trump menghabiskan malam di sebuah Hotel di Moskow bersama pekerja seks komersial (PSK).
"Dia meminta saya untuk merawat kucingnya selama kepergiannya beberapa hari. Saya tidak yakin ke mana dia pergi dan cara menghubunginya. Saya tidak terlalu mengenal dirinya kecuali menyapa 'halo'," ujar salah satu tetangganya.
Laporan itu diketahui ditulis oleh Steele, yang mengetahui bukti terkait kehidupan seksual Trump, dan Rusia mencoba memanfaatkan temuan itu. Dikatakan pula, pembuatan dokumen tersebut dibuat oleh anggota Republik yang anti-Trump, serta Partai Demokrat.
Dokumen tersebut dipercaya telah diserahkan kepada Badan Investigasi Federal (FBI), tak lama bocor ke media. Steel sendiri merupakan salah satu pendiri Bisnis Intelijen Orbis di Belgravia, bagian barat London. Dan pernah bekerja di Kedutaan Besar Inggris di Moskow pada 1990-an.
Baca juga:
Kepala intelijen AS tanggapi kemarahan Trump soal kasus Rusia
Trump berang saat intelijen AS tuduh Rusia manfaatkan dirinya
Rusia sebut aksi mata-mata untuk Trump cerita palsu
Jelang pelantikan, Donald Trump dijegal isu mata-mata
Jajak pendapat, 51% rakyat AS tak senang dipimpin Donald Trump