LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Setelah Rudal Menghantam Stasiun Kereta Kramatorsk

Krematorsk menjadi kota penghubung yang penting bagi militer Ukraina sejak 2014 ketika tentara separatis dukungan Rusia menguasai wilayah Donbas.

2022-04-10 12:55:53
Rusia Serang Ukraina
Advertisement

Svitlana Kyrychenko naik bus dari Kramatorsk pada Sabtu pagi dengan hanya membawa beberapa helai pakaian. Perempuan 47 tahun itu harus meninggalkan kampung halamannya setelah rudal menghantam stasiun kereta di kota sebelah timur Ukraina itu. Peristiwa tersebut menewaskan puluhan orang dan melukai lainnya.

Setelah satu jam di perjalanan menuju tengah kota di Dnipro, dia menunggu di stasiun kereta sambil membawa koper seadanya. Kyrychenko sedang mencari tempat untuk tinggal bersama putri 18 tahunnya, ibu, dan bibinya. Stasiun kereta yang menjadi penghubung menuju wilayah Barat Ukraina itu dipenuhi berbagai keluarga yang membawa barang seadanya, sebagian membawa hewan peliharaan.

"Saya tidak membawa apa-apa," kata Kyrychenko, seperti dilansir laman the New York Times, Sabtu (9/4). "Saya hanya membawa dokumen dan sedikit baju ganti untuk beberapa hari."

Advertisement

Dia mengaku sudah memutuskan untuk pergi sebelum rudal menghantam. Dia sudah mendengar peringatan dari tayangan berita beberapa hari sebelumnya bahwa Rusia akan melancarkan serangan ke Kramatorsk.

"Pasukan Rusia akan datang, jadi kami pergi untuk menyelamatkan diri," kata dia. "Tadinya kami tidak akan pergi karena mengira perang tidak akan sampai ke kota kami."

Krematorsk menjadi kota penghubung yang penting bagi militer Ukraina sejak 2014 ketika tentara separatis dukungan Rusia menguasai wilayah Donbas. Setelah muncul tanda-tanda Rusia akan menggencarkan serangan ke timur, pejabat pemerintah menyerukan warga di kota itu dan sekitarnya segera melarikan diri.

Advertisement

Kyrychenko mendengar peristiwa mengenaskan yang membuat 52 warga sipil tewas itu dari temannya.

"Mengerikan," kata dia sambil menangis membayangkan pemandangan mengerikan tentang orang-orang yang bergelimpangan penuh luka.

Meski pemerintah memperingatkan pertempuran di sebelah timur akan berlangsung lama, Kyrychenko masih berharap dia bisa kembali ke Kramatrosk secepatnya.

"Semoga akan selesai dalam sepekan," kata dia. "Mudah-mudahan."

Marina, perempuan asal Sloviansk, kota di sebelah utara Kramatorsk, baru-baru ini mengungsi ke Dnipro dengan anak-anaknya. Dia sedang menunggu bus yang akan membawanya ke Kota Lviv di sebelah barat Ukraina.

"Secara mental sulit bertahan di sini," kata dia tentang kampung halamannya. "Sudah dua hari saya belum tidur."

Baca juga:
"Aku Melihat Tentara Rusia Menembak Mati Ayahku di Bucha"
30 Lebih Orang Tewas Saat Roket Rusia Hantam Stasiun Kereta Ukraina
Isi Percakapan Radio Tentara Rusia Bahas Pembantaian di Bucha Ukraina
Video Pasukan Ukraina Bunuh Tawanan Tentara Rusia Viral
PBB Tangguhkan Keanggotaan Rusia dari Dewan HAM
Rusia Akui Kehilangan Banyak Pasukan di Ukraina
"Rusia Tidak Menembak Warga Sipil, Hanya Nazi yang Melakukan Itu"
Indonesia Tanggapi Desakan AS untuk Keluarkan Rusia dari G20
Dua Putri Putin Kena Sanksi AS, Siapa Mereka Sebenarnya?

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.