LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Sekolah Palestina diserbu karena menolak kurikulum Israel

Tiga guru dan wakil kepala sekolah dibawa oleh polisi Israel saat itu.

2017-11-08 19:34:58
Palestina
Advertisement

Sejumlah polisi Israel nekat menyerbu sebuah taman kanak-kanak dan sekolah dasar swasta di Yerusalem. Diduga pemicunya hanya lantaran lembaga pendidikan itu menolak menerapkan kurikulum negara Zionis dalam praktik pembelajaran.

Dilansir dari laman Al Jazeera, Rabu (8/11), insiden itu terjadi pada Senin lalu. Sekolah dan TK diserbu itu bernama Zahwa al-Quds. Jumlah murid mereka diperkirakan mencapai 90 orang, dengan rentang umur dari tiga hingga sembilan tahun. Letaknya ada di wilayah Beit Hanina, Yerusalem Timur yang dicaplok oleh Israel. Ujung-ujungnya, polisi Israel menangkap tiga guru dan wakil kepala sekolah.

Salah satu saksi yang merupakan guru di sekolah itu, Ola Nini, mengatakan dia melihat sejumlah opsir polisi tanpa senjata mengenakan pakaian bebas, serta beberapa pejabat kota Israel langsung masuk ke dalam sekolah.

Nini melanjutkan, polisi dan para pejabat Israel tanpa permisi langsung masuk ke dalam semua kelas. Menurut dia, polisi memintanya memperlihatkan kartu tanda penduduk, kemudian mencatat nama dan memfotokopi kartu identitas guru dan pegawai sekolah. Dia mengatakan situasi saat itu sangat menegangkan, hingga membikin semua murid ketakutan.

"Bahkan ada murid saya yang sampai ngompol di tempat saking takutnya. Polisi menanyai murid-murid soal buku yang mereka baca, setelah itu bukunya difoto oleh mereka," kata Nini.

Lantas, lanjut Nini, selesai menggeledah seluruh kelas, para polisi dan pejabat Israel itu menuju ruang kepala sekolah. Meski dikunci, tetapi menurut Nini mereka berhasil mendobraknya.

"Seluruh gaji kami diambil. Mereka juga mengambil berbagai dokumen sekolah di meja kepala sekolah," ujar Nini.

Menurut Nini, tiga rekannya dan wakil kepala sekolah dibawa oleh polisi Israel saat itu juga. Namun, tak lama kemudian mereka dibebaskan.

Ketua Komite Sekolah, Ziad al-Shamali, mengatakan selama polisi berada di sekolah itu, mereka menyita ponsel milik guru dan karyawan, serta menghapus rekaman kamera pengawas. Dia menyatakan tidak bisa menerima perlakuan sewenang-wenang aparat negara Zionis itu yang seakan meneror lembaga pendidikan.

"Israel memaksa sekolah kami menggunakan kurikulum mereka. Kami menolak. Jadi mereka memutuskan menyerbu sekolah dan membuat takut anak-anak kami," kata Ziad.

Nini mengatakan, pada September lalu dua polisi Israel juga menggeledah sekolah itu. Menurut Ziad, sekolah itu sudah mendapat izin dari Israel tahun lalu. Namun, pada Juli lalu izin itu dicabut karena mereka enggan menerapkan kurikulum Zionis. Alhasil, lanjut Ziad, mereka lantas mengurus izin kepada Yayasan Islam al-Waqf.

"Israel sengaja melakukan itu supaya kami tidak mewariskan budaya Palestina. Segala yang berbau Palestina harus dilenyapkan. Jadi mereka akan terus mempersulit kami," ucap Ziad.

Baca juga:
Israel ogah kembalikan jasad militan Palestina tewas saat gali terowongan
Kondisi terowongan militan Palestina usai dibombardir tentara Israel
Israel serang terowongan rahasia dari Jalur Gaza, 7 tewas
Deklarasi Balfour, Inggris bangga berperan mendirikan Israel di tanah Palestina
Pasangan Arab-Yahudi di Israel diburu ekstremis sayap kanan
Trump ciuman dengan PM Israel Netanyahu jadi grafiti di tembok pembatas Tepi Barat

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.