Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pasangan Arab-Yahudi di Israel diburu ekstremis sayap kanan

Pasangan Arab-Yahudi di Israel diburu ekstremis sayap kanan Pernikahan pasutri Arab-Yahudi Mahmud Mansur dan Maral Malka. ©cloudfront

Merdeka.com - Meski keadaan selalu tegang, tetapi asmara tidak pernah peduli. Tidak jarang perempuan Yahudi Israel dan lelaki Arab Palestina atau sebaliknya saling jatuh hati, walau kedua pemerintahan mereka saling bertikai.

Kisah orang-orang Arab Palestina dan Yahudi Israel saling jatuh hati sudah banyak terjadi. Seakan meruntuhkan tembok angkara di antara mereka. Meski demikian, jalan mereka terjal. Tidak semuanya sepakat.

Di Israel ada segelintir kelompok amat menentang hubungan cinta Arab-Yahudi. Bagi mereka haram kalau kedua bangsa itu membawa hubungan mereka hingga pelaminan. Demi mencegah hal itu terjadi, mereka main keras.

Kelompok itu beraliran sayap kanan ekstrem bernama Lehava pimpinan Benzi Gopstein. Karena aksinya dianggap meresahkan, Kepolisian Israel membekuk Benzi dan 14 sejawatnya di organisasi itu.

Dilansir dari laman AFP, Senin (23/10), mereka dibekuk di tempat berbeda di kawasan pemukiman Yahudi ilegal di sebelah utara dan selatan Israel, serta Tepi Barat. Menurut polisi, mereka kerap melakukan penganiayaan jika menemukan pasangan kekasih berbeda ras.

"Polisi menangkap 15 orang tersangka diduga anggota Lehava, dan kini sedang diperiksa. Mereka kerap memburu dan mengancam orang-orang Arab yang menjalin hubungan asmara dengan perempuan Yahudi," kata Juru Bicara Kepolisian Israel, Micky Rosenfeld.

Dari delapan juta penduduk Israel, sekitar 17,5 persen di antaranya adalah orang Arab. Mereka adalah peranakan Palestina yang bermukim di sana sejak deklarasi Israel pada 1948.

Gopstein adalah seorang pegiat sayap kanan ekstrem di Israel, yang menentang kawin campur atau keberadaan bangsa dan agama lain di negeri Zionis itu. Anggota Lehava kerap memburu pasangan kekasih atau pasutri Arab-Yahudi dan mengancam mereka supaya mengakhiri hubungan.

Tiga tahun lalu, anak buah Gopstein menggelar unjuk rasa di sebuah acara perkawinan pasangan Arab-Yahudi sembari meneriakkan slogan rasis.

Buat menyebarluaskan idenya, Gopstein dan organisasinya gencar menggelar diskusi, unjuk rasa, dan membikin materi propaganda melalui tulisan dan tayangan. Dia juga diduga pernah membakar gereja, dengan alasan perintah dalam agama Yahudi yakni menghancurkan rumah ibadah lain.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP