Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Israel ogah kembalikan jasad militan Palestina tewas saat gali terowongan

Israel ogah kembalikan jasad militan Palestina tewas saat gali terowongan Israel bom terowongan militan Palestina. ©REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

Merdeka.com - Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, menolak permintaan supaya mengembalikan jasad penduduk Palestina tewas sedang menggali terowongan rahasia, kemudian diledakkan oleh militer Israel akhir pekan lalu. Mereka menuntut ada pertukaran jika mau jenazah itu dipulangkan ke keluarganya.

Dilansir dari laman Associated Press, Senin (6/11), menurut penjelasan pihak Palestina tujuh orang tewas saat militer Israel meledakkan sebuah terowongan dibangun dari Jalur Gaza, Palestina, melewati perbatasan negara Zionis itu. Mereka yang tewas adalah anggota organisasi perlawanan Palestina, Jihad Islam dan Hamas.

Terowongan rahasia itu digali dari Kota Khan Younis, Jalur Gaza. Menurut juru bicara militer Israel, Letkol. Jonathan Conricus, pembuatan terowongan itu sudah diketahui karena mereka meletakkan sensor bawah tanah di wilayah perbatasan dengan Jalur Gaza sepanjang 60 kilometer.

Kelompok Jihad Islam mengatakan, insiden itu merenggut nyawa seorang panglima, wakilnya, dan sejumlah anggota kelompok bersenjata mereka di Jalur Gaza. Dua anggota Hamas hendak membantu evakuasi juga tewas, dan melukai sembilan orang lain.

Hamas menyatakan tindakan Israel menghancurkan terowongan itu dianggap sebagai aksi permusuhan terhadap Palestina. Namun, Conricus membantahnya sebab menurutnya mereka meledakkan gua itu justru di wilayah negara Zionis.

Netanyahu mengatakan akan tetap menahan seluruh jasad itu, sampai Hamas mau mengembalikan jenazah dua tentara Israel tewas dalam perang di Jalur Gaza tiga tahun lalu. Padahal, salah satu keluarga serdadu tewas itu sudah mengikhlaskan kalau jasad anak mereka tetap berada di tangan Hamas. Dia juga mendesak Hamas membebaskan dua warga sipil Israel disandera.

"Saya akan tetap memulangkan warga Israel. Tidak ada yang namanya hadiah," kata Netanyahu.

Perdamaian antara dua kelompok perjuangan Palestina, Fatah dan Hamas, ternyata masih menjadi sandungan buat Israel. Negara Zionis itu bersama sekutunya, Amerika Serikat, berkeras mendesak supaya Hamas melucuti persenjataan jika perundingan damai dengan Presiden Palestina, Mahmud Abbas, terhenti sejak tiga tahun lalu ingin diteruskan. Meski demikian, Hamas menolak desakan itu. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP