Secara sepihak, Trump putuskan keluar dari kesepakatan nuklir Iran
Trump putuskan keluar dari kesepakatan nuklir Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk menarik diri dari perjanjian nuklir Iran yang telah dijalani sejak 2015 pada masa pemerintahan mantan presiden Barack Obama.
Trump mengabaikan saran-saran yang disampaikan oleh rekannya di Eropa agar tetap bergabung dengan kekuatan dunia dalam kesepatan itu. Baginya, kesepakatan itu terlalu bobrok dan memiliki kekurangan di mana-mana.
"Kesepakatan itu sangat memalukan bagi saya sebagai warga negara Amerika," kata Trump, dikutip dari laman BBC, Rabu (9/5).
"Kami akan menerapkan kembali sanksi ekonomi yang sebelumnya dihentikan ketika kesepakatan itu ditandatangani pada tahun 2015," tambahnya.
Kemunduran Trump dari kesepakatan itu segera mendapat tanggapan dari Presiden Iran Hassan Rouhani. Rouhani membeberkan pihaknya sedang melakukan persiapan untuk memulai kembali program nuklirnya.
"AS telah memilih untuk tidak menghormati komitmennya. Saya telah memerintahkan Organisasi Energi Atom Iran untuk siap sedia kapanpun diperlukan sehingga kami bisa melanjutkan pengayaan kami di tingkat industri tanpa batasan," jelasnya.
Rouhani juga menyatakan akan menunggu beberapa minggu untuk berdiskusi dengan sekutunya dan menandatangani perjanjian kesepakatan nuklir yang baru.
"Jika kami mencapai tujuan kesepakatan dengan anggota lain, maka kami akan tetap berkomitmen untuk melanjutkannya," tambahnya.
Baca juga:
Trump bakal umumkan keputusan kesepakatan nuklir hari ini
Ancaman keras Iran jika AS berani keluar dari kesepakatan nuklir
Iran ungguli Israel dalam riset ilmu di Timur Tengah
Donald Trump putuskan mundur dari kesepakatan nuklir Iran
Presiden Prancis tak yakin Donald Trump akan pertahankan perjanjian nuklir Iran
Tudingan Netanyahu soal proyek nuklir bikin Israel vs Iran kembali memanas