Donald Trump putuskan mundur dari kesepakatan nuklir Iran
Merdeka.com - Seorang sumber di Gedung Putih mengatakan, bahwa Presiden AS Donald Trump telah memutuskan untuk mundur dari kesepakatan nuklir Iran yang dibuat tahun 2015, pada pertemuan 12 Mei mendatang.
Dikutip dari Reuters, Kamis (3/5), sumber itu menyebutkan ada kemungkinan Trump memilih menjaga peran Amerika Serikat dalam perjanjian internasional, dan tetap meminta Iran tidak melanjutkan aktivitas nuklir dengan imbalan keringanan sanksi.
Sumber itu juga mengatakan, hal ini semata-mata untuk menjaga hubungan dengan Prancis dan menyelamatkan muka Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang datang bertemu Trump membahas kesepakatan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) nuklir Iran, minggu lalu.
"Keputusan Trump ini dapat memicu serangan balik Iran, dengan melanjutkan program senjata nuklirnya atau 'menghukum' sekutu AS di Suriah, Irak, Yaman dan Libanon," ujar sumber itu.
Awal pekan ini, Perdana Menteri Benyamin Netanyahu mempresentasikan dokumenter mengenai bukti dari program senjata nuklir masa lalu Teheran. Memberikan kesempatan bagi Trump untuk mencabut JCPOA. Walau pihak penyelidik PBB mengatakan Iran telah memenuhi ketentuan sesuai kesepakatan.
Mendekati masa tenggat kesepakatan, Eropa dibuat cemas. Trump memberikan tenggat waktu kepada Inggris, Prancis dan Jerman hingga 12 Mei.
Pejabat Eropa mencoba mempertahankan kesepakatan itu, walau kemungkinan harapan itu kecil.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya