Presiden Prancis tak yakin Donald Trump akan pertahankan perjanjian nuklir Iran
Merdeka.com - Tujuan utama Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu dengan Presiden AS pada minggu lalu, adalah menyelamatkan kesepakatan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) nuklir Iran.
Dikutip dari laman Bloomberg, Rabu (2/5), Macron berusaha meyakinkan rekan Amerika-nya untuk memberikan kesepakatan. Sebuah proposal yang dapat memperbaiki situasi dan memungkinkan semua pihak mendapat kemenangan.
Macron bersama dengan Presiden Iran Hassan Rouhani akan bekerja sama dalam menjaga kesepakatan JCPOA.
Macron meyakinkan Trump soal kesepakatan JCPOA, sebagai satu kaki dalam kesepakatan lebih luas.
"Ini (Kesepakatan nuklir Iran) merupakan negosiasi yang sangat penting sebagai jalan memonitor aktivitas nuklir di rezim Iran," ujar Macron di Australia, dikutip dari Guardian.
"Kita mendiskusikannya. Kita menandatanganinya. Bagus untuk menghormatinya dan bagi saya adalah awal yang baik".
Walau begitu ia tidak tahu keputusan apa yang akan diambil Trump pada 12 Mei, yang merupakan tenggat waktu untuk melanjutkan kesepakatan tersebut.
Macron mengatakan kesepakatan itu harus dihormati, tetapi terlepas dari posisi AS, dunia perlu bersiap atas negosiasi ulang dengan Tehran mengenai perjanjian nuklir jangka panjang yang lebih komprehensif.
"Apapun keputusannya, kami harus mempersiapkan negosiasi yang lebih luas. Karena saya pikir tidak ada yang menginginkan perang di kawasan itu, dan tidak ada yang menginginkan eskalasi ketegangan di kawasan itu," ujarnya.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya