Rusia Tunjuk Jenderal Baru Pimpin Perang di Ukraina, AS Sebut Sosoknya Dikenal Brutal
Dovrnikov, 60 tahun, sebelumnya memiliki sejumlah jabatan senior di militer Rusia, termasuk komandan dari Distrik Militer Timur Jauh. Dia terutama dikenal sebagai pemimpin pasukan Rusia di Suriah pada 2015 dan 2016.
Rusia menunjuk pemimpin baru untuk memimpin operasi militer di Ukraina. Jenderal Alexander Dvornikov, komandan dari Ditrik Militer Selatan, kini akan memimpin pasukan Rusia di lapangan, menurut pejabat keamanan negara Barat dan diplomat yang mengetahui kabar ini. Kremlin sejauh ini tidak mengumumkan berita ini.
Dovrnikov, 60 tahun, sebelumnya memiliki sejumlah jabatan senior di militer Rusia, termasuk komandan dari Distrik Militer Timur Jauh. Dia terutama dikenal sebagai pemimpin pasukan Rusia di Suriah pada 2015 dan 2016. Tentara Rusia mendukung pemerintahan Presiden Basyar al-Assad dalam perang saudara di Suriah.
Dvornikov kini bertanggung jawab dalam operasi di selatan dan timur Ukraina, kata Institute for the Study of War.
Meski struktur kepemimpinan pasukan Rusia kini lebih sederhana, tampaknya mereka masih harus membereskan masalah komando dan pengatur kendali, kata Institute for the Study of War.
"Penunjukkan jenderal mana pun tidak bisa menghapus fakta bahwa Rusia mengalami kegagalan startegis di Ukraina," kata penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan dalam wawancara di CNN kemarin, seperti dilansir laman Al Arabiya, Minggu (10/4).
"Tidak masalah jenderal mana pun yang ditunjuk Presiden Putin," kata dia. "Tapi seperti Anda tahu, jenderal ini punya catatan brutal terhadap warga sipil di medan perang lain, di Suriah. Dan dia juga tampaknya akan melakukan hal sama di Ukraina."
Ukraina, AS dan negara lain menuduh Rusia melakukan kejahatan perang di sejumlah kota yang mereka duduki di utara, termasuk di Bucha, lokasi ditemukannya kuburan massal setelah pasukan Rusia mundur dari kota itu.
Perang di Ukraina kini sudah berlangsung selama tujuh pekan dan Rusia sebagian sudah menggeser pasukannya dari utara menuju timur. Pasukan Rusia menghadapi perlawanan keras dari tentara Ukraina dan tidak bisa masuk ke Ibu Kota Kiev. Sejumlah tank dan jet tempur Rusia juga hancur kena serangan Ukraina.
Saat ini Moskow fokus pada wilayah sebelah timur yaitu di Donbas dan mengambil alih sejumlah kota dan desa di kawasan Luat Hitam, termasuk Mariupol yang dikepung selama beberapa pekan.
Baca juga:
Roket Rusia Hancurkan Bandara Kota Dnipro Ukraina
Ukraina Sebut 1.200 Lebih Mayat Ditemukan di Dekat Kiev
Moskow: Konfrontasi Militer Langsung AS-Rusia Bisa Terjadi
Setelah Rudal Menghantam Stasiun Kereta Kramatorsk
Tragis, 50 Tewas Akibat Serangan Roket di Stasiun Kramatorsk Ukraina
"Aku Melihat Tentara Rusia Menembak Mati Ayahku di Bucha"
Isi Percakapan Radio Tentara Rusia Bahas Pembantaian di Bucha Ukraina