LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Rusia Ancam Kerahkan Nuklir Jika Swedia dan Finlandia Diterima Gabung NATO

Dmitry Medvedev, wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, mengatakan jika Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO maka Rusia harus memperkuat angkatan darat, laut dan udaranya di Laut Baltik untuk memulihkan keseimbangan militer.

2022-04-14 17:08:06
Rusia Serang Ukraina
Advertisement

Salah satu sekutu terdekat Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan NATO pada Kamis jika Swedia dan Finlandia bergabung dengan aliansi militer itu, Rusia harus meningkatkan pertahanannya di kawasan itu, termasuk dengan mengerahkan senjata nuklir.

Finlandia, yang berbagi perbatasan sepanjang 1.300 km dengan Rusia, dan Swedia sedang mempertimbangkan apakah akan bergabung dengan aliansi NATO atau tidak.

Finlandia akan membuat keputusan dalam beberapa minggu ke depan, kata Perdana Menteri Sanna Marin, Rabu.

Advertisement

Dmitry Medvedev, wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, mengatakan jika Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO maka Rusia harus memperkuat angkatan darat, laut dan udaranya di Laut Baltik untuk memulihkan keseimbangan militer.

Medvedev juga secara eksplisit mengangkat ancaman nuklir itu dengan mengatakan bahwa tidak akan ada lagi pembicaraan tentang Baltik "bebas nuklir", di mana Rusia memiliki wilayah kantung Kaliningrad yang diapit Polandia dan Lithuania.

"Tidak ada lagi pembicaraan tentang status bebas nuklir untuk Baltik - keseimbangan harus dipulihkan," kata Medvedev, yang menjabat presiden dari 2008-2012.

Advertisement

"Sampai hari ini, Rusia belum mengambil tindakan seperti itu dan tidak akan melakukannya," kata Medvedev, seperti dilansir laman Antara mengutip Reuters, Kamis (14/4).

"Jika kami dipaksa, baiklah.... catat, bukan kami yang memulai ini," tambahnya.

Invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina telah membuat ribuan orang tewas, jutaan orang mengungsi dan menimbulkan kekhawatiran akan konfrontasi yang lebih luas antara Rusia dan Amerika Serikat.

Putin mengatakan "operasi militer khusus" di Ukraina diperlukan karena Amerika Serikat menggunakan Ukraina untuk mengancam Rusia dan Moskow harus bertahan melawan penganiayaan terhadap orang-orang berbahasa Rusia oleh Ukraina.

Ukraina mengatakan sedang berjuang melawan perampasan tanah gaya kekaisaran dan bahwa klaim Putin tentang genosida adalah omong kosong.

Baca juga:
AS Beri Bantuan Militer Rp 11,4 Triliun untuk Ukraina, Termasuk Alat Militer Berat
Lembaga Eropa Sebut Rusia Pelaku Kejahatan Perang di Ukraina, Ini Bukti-Buktinya
Ribuan Tentara Ukraina Menyerah Usai Dikepung Rusia di Mariupol
Rusia: 1.026 Tentara Ukraina Menyerah
Mereka Berduka Sekaligus Tak Percaya akan Kekejaman Rusia di Ukraina
Rusia Bantah Tuduhan Penggunaan Senjata Kimia di Ukraina
Putin Sebut Situasi di Bucha Ukraina Palsu
Intelijen Ukraina Tangkap Sekutu Dekat Putin
Mata-Mata Rusia Ketahuan di Prancis, Menyamar Jadi Diplomat
Bayraktar, Drone Turki yang Jadi Andalan Ukraina Melawan Rusia

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.