Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bayraktar, Drone Turki yang Jadi Andalan Ukraina Melawan Rusia

Bayraktar, Drone Turki yang Jadi Andalan Ukraina Melawan Rusia Drone Bayraktar TB2. ©2022 REUTERS

Merdeka.com - "Tank-tank berkilau itu terbakar--Bayraktar--itulah tren terbaru," begitulah lirik lagu berbahasa Ukraina yang kini tengah populer untuk memuji sebuah pesawat nirawak (drone) yang menjadi simbol perlawanan Ukraina dalam perang dengan Rusia saat ini.

Nama Bayraktar begitu populer sampai-sampai orang Ukraina menamai hewan peliharaan mereka dengan nama drone buatan Turki itu. Bulan lalu, wali kota Kiev mengumumkan seekor bayi lemur yang baru lahir di kebun binatang kota akan dinamai Bayraktar. Tak hanya itu, Kementerian Luar Negeri Ukraina mencuit di Twitter sebuah foto seekor anak anjing di pusat pelatihan anjing kepolisian Kiev dengan nama Bayraktar.

Pejabat negara Barat dan Ukraina memuji sepak terjang drone Bayraktar TB2 buatan Turki dalam menghadapi serangan Rusia. Bulan lalu Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan kepada anggota parlemen Inggris, drone Bayraktar itu mampu menyerang artileri dan pasokan untuk tentara Rusia. Dia menyebut drone itu punya "perang sangat penting" dalam memperlambat dan mencegah pergerakan pasukan Rusia.

Drone TB2, pesawat nirawak dengan kemampuan terbang pada ketinggian menengah itu sudah beroperasi selama bertahun-tahun. Drone ini sudah dipakai militer Turki di wilayah utara Irak dan Suriah sejak 2014. Yang terbaru, drone ini berperan dalam mengubah peta kekuatan di Libya dan Nagorno Karabakh. Video terbaru yang dirilis militer Ukraina memperlihatkan serangan drone itu menghantam target Rusia dan video itu viral hingga kembali menjadi perbincangan.

Keberhasilan drone ini "tidak hanya soal kemampuan menyerang militer Rusia," kata Samuel Bendett, pengajar senior di Center of Naval Analysis Russia Studies (CNAS), seperti dilansir laman CNN, Senin (11/4). "Itu juga bagian dari keberhasilan humas."

Menurut Bendett, aksi drone itu sesuai dengan yang diharapkan tapi juga bukan tidak bisa dikalahkan. Sejumlah bukti memperlihatkan drone itu juga bisa ditembak jatuh oleh Rusia.

Drone itu "bagian dari kampanye media sosial Ukraina dan dieksekusi dengan baik oleh militer Ukraina dan warga sipil," kata dia. Video Bayraktar melepaskan tembakan viral di media sosial dan itu menjadi faktor penyemangat luar biasa dan taktik yang hebat."

bayraktar, drone turki yang jadi andalan ukraina melawan rusiaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

TB2 dan pesawat nirawak lainnya yang dibuat oleh Turki membuat negara itu sejajar dengan sejumlah negara produsen drone seperti AS, China, dan Israel, kata Bendett.

Turki yang menjalin hubungan pertahanan dan ekonomi dengan Rusia dan juga Ukraina, merasa dilematis atas produk ekspornya yang paling terkenal itu. Penjualan drone Bayraktar membuat Rusia gerah jauh sebelum invasi ke Urkraina. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov tahun lalu memperingatkan, drone Turki bisa membuat kawasan Eropa Timur itu "bergejolak".

Birokrat Turki Jumat lalu mengatakan Rusia berulang kali menyatakan keberatan atas penjualan drone itu dari Turki ke Ukraina.

"Mereka mengeluhkan itu sebelumnya, mereka mengeluhkan itu sekarang, tapi kami sudah punya jawabannya. Drone-drone itu dari perusahaan swasta dan penjualan ini sudah dilakukan sebelum perang terjadi," kata dia dalam jumpa pers, seperti dilansir laman CNN, Senin (11/4).

Ukraina menjadi negara pertama yang membeli TB2s pada 2019 dan sudah memesan 36 drone sejauh ini. Bulan lalu Kementerian Pertahanan Ukraina mengumumkan datangnya pengiriman baru drone TB2s.

Selcuk Bayraktar, pimpinan dari Baykar Technologies, lebih suka membahas teknologi dronenya ketimbang politik. Dia juga adalah menantu dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan menjadi tokoh penting yang menengahi perundingan Rusia dan Ukraina.

Bayraktar sudah mendengar lagu yang dibuat untuk memuji dronenya di media sosial Ukraina.

"Itu menjadi salah satu simbol dari perlawanan, drone itu memberi mereka harapan," kata Bayraktar, insinyur lulusan Institut Teknologi Massachusetts, AS, kepada CNN.

Pakar industri mengatakan faktor seperti harga yang membuat drone itu menarik.

"Bayraktar TB2 menawarkan harga yang hampir sempurna dan memiliki kemampuan perang yang efisien serta harganya terjangkau," ujar Dr Can Kasapoglu, direktur penelitian pertahanan dari Pusat Kebijakan Luar Negeri dan Ekonomi Turki (EDAM).

"Pesaing TB-2 di pasar persenjataan lebih mahal, dan ada hambatan politik untuk pengadaannya, atau pasokan yang tidak pasti."

Perusahaan produsen Bayraktar tidak merilis harga drone mereka.

Baykar Tech sudah menandatangani kontrak dengan sedikitnya 19 negara, sebagian besar dilakukan dalam 18 bulan terakhir. Di antara negara itu ada Polandia, satu-satunya negara Uni Eropa dan NATO yang memesan Bayraktar.

Bagi Selcuk Bayraktar, semua ini bukan hanya soal bisnis keluarga dan minatnya pada dunia teknologi. Dia mengatakan, ini soal memastikan agar Turki memiliki dan mampu mengembangkan teknologi sendiri.

"Ketika saya masih umur 20-an, kita bisa punya keinginan menjadi pemain bola yang hebat atau pembuat baklava atau kebab yang enak, tapi tak seorang pun bilang kita bisa mengembangkan teknologi yang akan menjadi paling terkenal di dunia."

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP