Rudal Iran Hantam 'Jantung' Israel, Tel Aviv Porak Poranda
Sebuah amunisi dengan berat sekitar 100 kilogram bahan peledak menghantam pusat kota, yang menyebabkan kerusakan signifikan.
Iran kembali meluncurkan serangan rudal yang menargetkan jantung Israel pada Selasa pagi, 24 Maret 2026, waktu setempat. Bangunan-bangunan di Tel Aviv, ibu kota Israel, terlihat hancur akibat serangan rudal tersebut. Insiden ini memicu reaksi cepat dari pasukan keamanan dan tim penyelamat di berbagai lokasi, termasuk di Tel Aviv yang merupakan salah satu daerah yang terkena dampak.
Menurut laporan media setempat, sebuah amunisi dengan berat sekitar 100 kilogram bahan peledak menghantam pusat kota, yang menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan dan kendaraan di sekitarnya.
Ledakan tersebut terdengar di berbagai area Tel Aviv, bersamaan dengan laporan militer Israel mengenai gelombang serangan rudal yang diluncurkan dari Iran. Empat lokasi yang terkena dampak telah teridentifikasi di seluruh kota, dan enam orang dilaporkan mengalami luka ringan.
Juru bicara Magen David Adom (MDA), Zaki Heller, menyampaikan informasi tersebut. Rekaman video yang beredar memperlihatkan kerusakan parah di sebagian wilayah Tel Aviv akibat serangan rudal Iran.
Petugas darurat dan polisi terlihat berkumpul di jalan-jalan yang ramai, dipenuhi puing-puing, sementara beberapa mobil tampak rusak parah, dengan satu unit terbalik dan yang lainnya hancur berantakan.
Sirene peringatan serangan udara sempat berbunyi di beberapa wilayah Israel, sementara sistem pertahanan udara berusaha mencegat serangan tersebut, yang juga menyebabkan ledakan di udara. Di bagian utara, sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat puing-puing dari hasil pencegatan.
Serangan ini berlangsung di tengah situasi politik yang semakin memanas, menyusul klaim Donald Trump mengenai kemungkinan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik, yang kemudian dibantah oleh pihak Teheran.