LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Ribuan Warga Selandia Baru Unjuk Rasa Menentang RUU Hak Masyarakat Adat

Lebih dari 42.000 orang protes di Wellington menolak RUU yang dianggap mengancam hak masyarakat adat.

Rabu, 20 Nov 2024 21:05:00
selandia baru
Tens of thousands of people in New Zealand took to the streets to protest against a bill that would change the county's founding treaty between Indigenous Maori and the British Crown. The bill is unlikely to become law. (© 2024 merdeka.com)
Advertisement

Protes Besar di Wellington

Pada hari Selasa, ribuan warga Selandia Baru berkumpul di depan Parlemen di Wellington untuk menunjukkan ketidakpuasan terhadap sebuah RUU yang mereka anggap akan mengurangi hak masyarakat adat. Sekitar 42.000 orang berpartisipasi dalam demonstrasi ini, menjadikannya salah satu protes terbesar dalam sejarah negara tersebut.

Protes ini dipicu oleh pengenalan RUU Prinsip Perjanjian, yang bertujuan untuk menafsirkan kembali perjanjian berusia 184 tahun antara Inggris dan suku Maori. RUU ini didukung oleh partai ACT Selandia Baru, yang percaya bahwa interpretasi saat ini dari perjanjian tersebut mendiskriminasi warga non-pribumi.

Mengapa Protes Ini Penting

Lebih dari 203.650 orang telah menandatangani petisi menolak RUU tersebut, yang telah disampaikan kepada Parlemen. Bahkan, walikota Wellington ikut serta dalam protes ini, menunjukkan dukungan luas terhadap isu ini.

Shanell Bob, salah satu peserta protes, menyatakan, "Ini berbeda dari saat saya masih kecil. Kami lebih kuat sekarang, anak-anak kami lebih kuat sekarang, mereka tahu siapa mereka, mereka bangga akan diri mereka sendiri." Pernyataan ini mencerminkan semangat masyarakat Maori yang semakin kuat.

Advertisement
Tens of thousands of people in New Zealand took to the streets to protest against a bill that would change the county's founding treaty between Indigenous Maori and the British Crown. The bill is unlikely to become law. © 2024 merdeka.com

Sejarah dan Kontroversi RUU

RUU Prinsip Perjanjian diperkenalkan oleh legislator yang ingin mengubah cara perjanjian tersebut diinterpretasikan. Meskipun RUU ini tidak memiliki dukungan yang cukup untuk menjadi undang-undang, para demonstran merasa penting untuk mengungkapkan suara mereka terhadap sentimen yang berkembang.

Partai-partai koalisi ACT, yaitu Partai Nasional dan Partai Selandia Baru Pertama, awalnya setuju untuk mendukung RUU tersebut, namun kini telah menarik dukungan mereka. Beberapa pengacara terkemuka di negara ini juga memperingatkan bahwa RUU ini dapat merusak hubungan antar ras selama beberapa dekade.

Advertisement

Aksi dan Suasana Protes

Di lokasi protes, terlihat pria-pria tanpa baju mengenakan jubah bulu tradisional, sementara para penunggang kuda mengibarkan bendera Maori berwarna merah, putih, dan hitam. Para pengunjuk rasa berkumpul di halaman Parlemen, memainkan musik reggae dan menyampaikan pidato yang menantang pemerintah untuk menghadapi mereka.

Pemimpin ACT, David Seymour, yang merupakan penulis RUU dan juga seorang Maori, hadir di depan Parlemen. Di tengah kehadirannya, ribuan orang mulai meneriakkan "Hancurkan RUU ini," diikuti dengan tarian perang Maori, haka.

Pesan dari Peserta Protes

Hoana Hadfield, seorang peserta dari Wellington, mengungkapkan, "Saya di sini untuk cucu-cucu saya, anak-anak saya, dan untuk anak-anak mereka." Ini adalah pertama kalinya dia ikut serta dalam protes, menunjukkan betapa pentingnya isu ini bagi generasi mendatang.

Protes ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengekspresikan ketidakpuasan, tetapi juga sebagai simbol persatuan bagi masyarakat Maori dan pendukung hak-hak masyarakat adat di Selandia Baru.

Advertisement

Sumber: Deutsche Welle

Berita Terbaru
  • Pangdam Udayana Lantik 137 Bintara Infanteri, Siap Hadapi Dinamika Tugas
  • Komplotan Ganjel ATM Lintas Daerah Diciduk di Tangerang, Kerugian Capai Puluhan Juta
  • Sempurna! Tim Indonesia Raih Kemenangan 5-0 atas Aljazair di Laga Pembuka Piala Thomas 2026
  • Fajar Fikri Piala Thomas 2026: Strategi Adaptasi Lapangan di Denmark
  • Polda Banten Tanam 1.000 Mangrove di Cilegon, Perkuat Ekosistem Pesisir dan Ekonomi Masyarakat
  • berita update
  • konten ai
  • selandia baru
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
P
Reporter Pandasurya Wijaya
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.