Putin sebut bakal beri suaka eks direktur FBI dipecat Trump
Namun, Putin menyatakan itu sembari bergurau.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebutkan Rusia dengan senang hati akan memberikan suaka bagi mantan bos FBI James Comey. Namun, dia mengatakan hal tersebut sembari bergurau.
Pernyataan ini dilontarkannya saat membandingkan kasus pemecatan eks bos FBI tersebut dengan pembocor data intelijen Edward Snowden. Putin menyebutkan perilaku Comey mencurigakan sebagai pejabat badan intelijen.
"Dengan tiba-tiba dia merekam pembicaraan dengan presiden (Trump) dan menyebarkannya pada media lewat seorang teman. Jujur saja, hal itu terdengar aneh," ujar Putin.
Dilaporkan AFP, Jumat (16/6), Putin menuturkan Comey seperti aktivis sayap kanan yang berusaha membela sesuatu. Dia menambahkan eks bos FBI itu bisa saja mendapat suaka dari Rusia jika dihukum.
"Jika kemudian dia dihukum, Rusia dengan senang hati memberi dia suaka dan dia harus tahu hal ini," imbuh Putin.
Comey dipecat Trump ketika tengah memimpin penyelidikan FBI mengenai kolusi tim kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Rusia. Hal ini dipercaya jadi kunci kemenangan Trump dalam pemilu.
Usai dipecat, dia langsung membocorkan hasil pertemuannya dengan sang presiden. Dalam rekaman tersebut, Trump mempertanyakan loyalitas Comey dan memintanya menghentikan penyelidikan.
Baca juga:
Agen FBI jatuh hati kepada militan ISIS, pergi menikah di Suriah
Trump disebut perintahkan FBI setop usut dugaan kolusi dengan Rusia
Trump pecat direktur FBI pilihan mantan presiden Barack Obama
Anggota mafia inspirasi film 'Goodfellas' dicokok FBI
Menantu Trump dibidik FBI diduga kolusi tim sukses dengan Rusia