Putin: Rusia tahu siapa pelaku insiden di Salisbury
"Kami tahu siapa mereka, kami telah menemukan mereka," kata Putin di sidang paripurna Forum Ekonomi Timur (EEF) di Vladivostok
Presiden Rusia Vladimir Putin telah mendesak dua orang yang diduga London terlibat dalam penyerangan Skripal untuk muncul dan berbicara dengan media.
Dua hari lalu Putin menyatakan bahwa otoritas Rusia sudah mengidentifikasi dua orang yang diduga sebagai tersangka peracun mantan agen mata-mata Sergei Skripal dan anaknya Yulia di Salisbury.
"Kami tahu siapa mereka, kami telah menemukan mereka," kata Putin di sidang paripurna Forum Ekonomi Timur (EEF) di Vladivostok, seperti dilansir Sputnik Jumat (14/9).
Presiden Rusia mencatat bahwa pelakunya adalah warga sipil. "Saya berharap tampil dan menjelaskan siapa mereka," ujarnya. Putin juga mendesak kedua orang tersebut untuk berbicara kepada media.
Sementara itu, salah satu tersangka berbicara kepada stasiun TV Russia 24 dalam sebuah percakapan telepon bahwa dirinya akan berkomentar mengenai kejadian tersebut minggu depan.
Percobaan peracunan terhadap mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan anaknya Yulia di Kota Salisbury, Inggris pada 4 Maret menyebabkan ketegangan antara kedua negara.
Baca juga:
Putin sebut dua orang Rusia dituding pelaku peracunan hanya warga sipil biasa
Menteri Inggris salahkan Putin atas kasus peracunan Skripal
Racun saraf Novichok dipastikan digunakan dalam insiden di Inggris
Inggris usulkan tambah sanksi bagi Rusia, sikap Uni Eropa terbelah
AS jatuhkan sanksi terhadap Rusia terkait racun saraf di Inggris
Pria Inggris yang terkena racun saraf Novichok akhirnya sadarkan diri