Pusat intelijen Israel sebut demonstran Palestina teroris
Selain itu, pusat intelijen itu menyatakan bahwa berdasarkan 'catatan metologis' mereka, orang Palestina yang memiliki hubungan dan bukti tidak langsung juga termasuk teroris. Tuduhan itu merujuk kepada wartawan Palestina yang dibunuh saat meliput aksi demonstrasi, Yaser Murtaja.
Sebuah pusat penelitian yang terkait dengan intelijen Israel mengklaim bahwa 80 persen warga Palestina dibunuh pasukan Israel di Jalur Gaza adalah teroris.
"32 dari 40 orang Palestina yang terbunuh sejak 30 Maret di Jalur Gaza adalah teroris atau individu yang berafiliasi dengan kelompok terorisme," demikian laporan Pusat Informasi Intelijen dan Terorisme Meir yang diterbitkan pekan ini, dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (27/4).
Yang mengejutkan dari laporan itu, setiap orang yang diklaim sebagai teroris merupakan anggota organisasi politik seperti Fatah. Mereka termasuk Mohammad Ayoub (14 tahun) dan Hussein Madi (13 tahun). Mereka adalah dua dari empat anak yang ditembak penembak jitu Israel selama sebulan terakhir.
Selain itu, pusat intelijen itu menyatakan bahwa berdasarkan 'catatan metologis' mereka, orang Palestina yang memiliki hubungan dan bukti tidak langsung juga termasuk teroris. Tuduhan itu merujuk kepada wartawan Palestina yang dibunuh saat meliput aksi demonstrasi, Yaser Murtaja.
Pusat penelitian ini disebut-sebut sebagai jalur penyambung atas informasi dan penilaian dari intelijen militer Israel. Mereka juga mengakui menerima dana dari pemerintah Israel untuk menjalankan penelitian.
Baca juga:
Diterpa hujan lebat, tembok pemisah Israel runtuh
Polisi Israel dipenjara karena bunuh demonstran Palestina
Akankah rezim otoriter Israel segera runtuh?
Arab Saudi beri bantuan dana Rp 555 miliar kepada Palestina
Dapat tekanan Uni Eropa, Republik Ceko batal pindahkan kedutaannya ke Yerusalem
Simpati dengan Palestina, Natalie Portman tolak hadiri acara Israel