LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Protes di Stasiun Kereta Hong Kong Berujung Bentrok dengan Polisi

Bentrokan terjadi di Hong Kong pada Minggu malam, 7 Juli 2019 ketika polisi anti-huru hara dan sekelompok kecil pemrotes bentrok di Mong Kok. Ribuan demonstran berbaris dari Tsim Sha Tsui ke stasiun kereta Kowloon Barat dalam protes damai terhadap RUU ekstradisi yang kontroversial.

2019-07-08 10:41:04
Protes Hong Kong
Advertisement

Bentrokan terjadi di Hong Kong pada Minggu malam, 7 Juli 2019 ketika polisi anti-huru hara dan sekelompok kecil pemrotes bentrok di Mong Kok. Ribuan demonstran berbaris dari Tsim Sha Tsui ke stasiun kereta Kowloon Barat dalam protes damai terhadap RUU ekstradisi yang kontroversial.

RUU itu sebenarnya telah ditangguhkan oleh kepala eksekutif Hong Kong Carrie Lam, namun belum dicabut secara resmi. Lebih lanjut, demonstrasi telah menyebabkan kemarahan publik yang berevolusi menjadi gerakan menuntut reformasi demokratis.

Dengan menggunakan pengeras suara, petugas polisi meminta para pengunjuk rasa untuk meninggalkan daerah itu, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia. Petugas berwenang juga memperingatkan pembebasan secara paksa setelah pukul 11 malam jika mereka menolak.

Advertisement

Bentrokan dilaporkan tak lama setelah itu, menyusul ketegangan selama 20 menit di Mong Kok. Beberapa pemrotes ditahan oleh polisi anti huru hara dan beberapa dibawa ke mobil polisi.

Demonstrasi hari Minggu adalah yang pertama sejak Senin lalu, ketika para demonstran menghancurkan jalan mereka ke gedung Dewan Legislatif Hong Kong dan mengambil alih kamar itu.

Demonstrasi pada Minggu terjadi di luar stasiun West Kowloon, tempat kereta api berkecepatan tinggi berangkat ke daratan China. Hal itu dilakukan dalam upaya meningkatkan tekanan pada para pemimpin kota pro-Beijing.

Advertisement

Protes itu adalah pertama kalinya sejak Senin, ketika demonstran menghancurkan gedung Dewan Legislatif Hong Kong. Massa aksi saat itu meninggalkan grafiti anti-pemerintah di dinding parlemen dan menggantung bendera era kolonial untuk memprotes RUU ekstradisi yang kontroversial.

Para pengunjuk rasa bertujuan untuk membawa pesan mereka langsung ke wisatawan dari China daratan, mengutip Channel News Asia. Mereka mulai berkumpul di Salisbury Garden di Tsim Sha Tsui sekitar pukul 15.30, sebelum ribuan lainnya bergabung selama perjalanan ke Stasiun West Kowloon.

Adapun demonstrasi besar-besaran warga Hong Kong terkait RUU ekstradisi ini hanya mendapat sedikit perhatian dari masyarakat China daratan karena adanya sensor yang memblokir berita protes.

Reporter: Siti Khotimah

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Media China Sebut Negara Barat Campur Tangan dalam Kerusuhan Hong Kong
Begini Kondisi Gedung Parlemen Hong Kong Usai Diserbu Pendemo
Unjuk Rasa Rusuh, Demonstran Hong Kong Menerobos Masuk Gedung Parlemen
Donald Trump Sebut Pengunjuk Rasa di Hong Kong Hanya Ingin Demokrasi
Aksi Demonstran Duduki Gedung Parlemen Hong Kong
Aksi Memperingati 22 Tahun Penyerahan Hong Kong ke China Berujung Bentrok

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.