LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Presiden terpilih Filipina siap berdamai dengan komunis

Jika perundingan damai dengan pendiri Partai Komunis Filipina berhasil, Duterte pertimbangkan kebebasan tahanan politik.

2016-05-17 15:07:33
Filipina
Advertisement

Setelah hampir tiga dekade berada di pengasingan, para pemimpin pemberontakan komunis Filipina bakal kembali ke negaranya. Pasalnya, presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte menyatakan siap berdamai dengan para komunis di negaranya.

Pernyataan Duterte ini menyusul tulisan pendiri Partai Komunis Filipina , Jose Maria Sison melalui akun Facebook yang menyatakan harapannya untuk dapat pulang ke tanah airnya. Pernyataan itu ditulis saat Duterte memenangkan pemilu 9 Mei lalu.

"Saya tidak menyesal mereka angkat senjata, namun saat disumpah (sebagai presiden) nanti, mereka akan menyadari saya adalah pemerintah dan pemerintah adalah musuh mereka. Saya hanya menawarkan jalan damai dan kami bisa berdiskusi," kata Duterte saat konferensi pers, seperti dikutip dari AFP, Senin (16/5).

Advertisement

Duterte menyebutkan, kembalinya Sison ke Filipina dapat mengakhiri pemberontakan. Pemberontakan komunis di Filipina menjadi salah satu upaya perlawanan pemerintah yang panjang di Asia, sebanyak 30 ribu orang tewas sejak 1960-am.

"Dia (Sison) akan sangat diterima di sini. Saya senang dia akan pulang. Saya sangat ingin berbicara dengan dia untuk menghentikan pemberontakan," lanjut Duterte.

Tak hanya itu, Gubernur Davao ini malah mengatakan akan mempertimbangkan sejumlah tokoh komunis untuk menjabat di kabinet.

Advertisement

Sison, 77, melarikan diri ke Eropa setelah pembicaraan damai dengan pemerintah Filipina gagal pada 1987.

Sayap bersenjata Partai Komunis Filipina, NPA, diyakini memiliki kurang dari 4.000 tentara, menurun dari 26.000 tentara pada dekade 1980-an, menurut perhitungan militer. Namun NPA tetap mendapat dukungan di antara warga miskin dan pedesaan di Filipina.

"Jika saya puas kita bertemu dengan itikad baik, maka saya pertimbangkan untuk melepas semua tahanan politik," pungkas Duterte.

Baca juga:
Jadi Presiden Filipina, Duterte ingin atur jam operasional karaoke
Janji-janji ala preman presiden baru Filipina
Presiden baru Filipina, musuhi AS namun dekati China
Presiden terpilih Filipina berjanji tembak mati semua penjahat
Seorang waria pertama kalinya terpilih jadi senator Filipina
Duterte siap ubah Filipina jadi negara federal

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.