Pidato Pertama Pemimpin Iran Ali Khamenei Usai Gencatan Senjata: Rezim Zionis Hampir Hancur Digebuk Republik Islam
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah ALi Khamenei menyampaikan pidato pertamanya sejak gencatan senjata dengan Israel.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei hari ini menyatakan kemenangan atas Israel dan mengatakan negaranya telah “menampar wajah Amerika.” Pernyataan ini merupakan komentar publik pertamanya sejak gencatan senjata antara Iran-Israel diumumkan.
Khamenei berbicara dalam sebuah siaran video di televisi pemerintah Iran.
Dikutip Arab News, pemimpin tertinggi Iran tersebut mengatakan kepada publik bahwa Amerika Serikat hanya campur tangan dalam perang karena “merasa jika tidak campur tangan, rezim Zionis akan hancur total.”
Namun, ia mengatakan bahwa “AS tidak memperoleh keuntungan apa pun dari perang ini.”
“Republik Islam menang, dan sebagai balasan, kami menampar wajah Amerika,” kata dia yang tampaknya merujuk pada serangan rudal Iran di pangkalan Amerika di Qatar pada Senin (23/6) yang tidak menimbulkan korban.
Menyembunyikan tujuan
Khamenei mengucapkan selamat kepada “bangsa Iran yang besar” atas “kemenangan melawan rezim Zionis palsu.”
“Meskipun segala keributan itu, dan dengan semua klaim tersebut, rezim Zionis hampir runtuh dan dihancurkan di bawah pukulan Republik Islam,” katanya, seperti dikutip oleh kantor berita pemerintah, IRNA dan dilansir CNN, Kamis (26/6).
Dia mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menjelaskan bahwa mereka pada akhirnya menginginkan Iran menyerah.
“Trump mengungkap kebenaran, menjelaskan bahwa Amerika hanya akan puas dengan kekalahan Iran, tidak lebih,” katanya dalam pernyataannya, merujuk pada unggahan media sosial Presiden Donald Trump minggu lalu yang menuntut “PENYERAHAN TANPA SYARAT” dari Republik Islam.
Ia mengatakan AS memiliki “masalah mendasar” dengan rezim Iran sejak Revolusi Islam 1979 yang membawa mereka berkuasa.
Khamenei menuturkan Washington “menyembunyikan tujuannya” selama bertahun-tahun dengan menyinggung Iran soal “hak asasi manusia, kemudian hak perempuan, kemudian pengayaan uranium, kemudian program nuklir inti, lalu soal produksi rudal.”
“Tapi dalam pernyataannya, dia mengungkap kebenaran, dia menunjukkan niatnya,” katanya, merujuk pada Trump. “Presiden-presiden sebelumnya tidak mengatakan ini, karena ini tidak dapat diterima, tidak masuk akal untuk menyuruh sebuah bangsa menyerah.”
“Mereka datang dengan berbagai alasan, tetapi intinya mereka menginginkan Iran tunduk,” kata dia.
Ali Khamenei yang berusia 86 tahun itu tidak terlihat di depan umum sejak berlindung di lokasi rahasia. Persembunyiannya dilakukan setelah pecahnya perang pada 13 Juni ketika Israel menyerang fasilitas nuklir Iran dan menargetkan komandan militer serta ilmuwan nuklir Iran.
Setelah serangan AS pada 22 Juni yang menghantam lokasi nuklir Iran dengan bom penghancur bunker, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata sepihak yang mulai berlaku pada Selasa (24/6).
Dalam penampilannya pada hari ini, ia duduk di depan tirai coklat polos untuk menyampaikan pidatonya, mirip dengan pesannya pada 19 Juni lalu.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey