LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Pengadilan Jerman Larang Penjualan Cokelat Dubai, Ini Alasannya

Kontroversi muncul akibat penjualan produk cokelat Dubai yang diproduksi di negara lain di Jerman.

Kamis, 16 Jan 2025 17:09:00
jerman
ilustrasi cokelat (pexels.com/Anete Lusina)
Advertisement

Pengadilan di Kota Köln telah memutuskan bahwa jaringan supermarket Aldi tidak diperbolehkan menjual produk yang bernama "Cokelat Buatan Tangan Alyan Dubai" kecuali produk tersebut benar-benar diproduksi di Dubai. Seperti yang dikutip dari laman DW Indonesia pada Rabu (15/1/2025), keputusan ini diambil setelah adanya gugatan mengenai penggunaan nama produk yang dianggap dapat menyesatkan konsumen.

Aldi, yang merupakan salah satu jaringan supermarket terbesar di Jerman, menjual cokelat tersebut meskipun sebenarnya diproduksi di Turki. Meskipun label di bagian belakang kemasan telah mencantumkan asal produk, pengadilan menilai bahwa nama "Cokelat Dubai" dapat menyebabkan konsumen salah paham dan beranggapan bahwa produk tersebut dibuat di Dubai dan diimpor ke Jerman.

Kasus ini diajukan oleh Andreas Wilmers, seorang importir asal Jerman yang memasarkan cokelat merek "Fix" yang diproduksi di Dubai. Wilmers sebelumnya juga telah mengajukan keluhan serupa terhadap Lidl dan perusahaan cokelat asal Swiss, Lindt, pada bulan Desember 2024. Pihak Aldi berargumen bahwa nama "Cokelat Dubai" hanya digunakan sebagai bagian dari merek dan telah dijelaskan dengan jelas dalam informasi produk yang tersedia.

Namun, pengadilan menegaskan bahwa penggunaan nama tersebut dapat menimbulkan kesan yang salah di benak konsumen. Hal ini menunjukkan pentingnya kejelasan dalam penamaan produk agar tidak menimbulkan kebingungan di kalangan pelanggan. Dengan keputusan ini, diharapkan para produsen lebih berhati-hati dalam memilih nama produk agar sesuai dengan asal usulnya dan tidak menyesatkan konsumen.

Advertisement
Advertisement

Peluang untuk mengajukan banding

Resep cokelat dubai. (dok. Cookpad @9914_RL11F) © 2025 Liputan6.com

Lidl, yang juga menjadi pihak yang dilaporkan, mengklaim bahwa istilah "Cokelat Dubai" merujuk pada jenis cokelat dengan isian khas, seperti krim pistachio dan "kadayif," yang merupakan makanan penutup tradisional. Pernyataan ini didukung oleh Asosiasi Industri Penganan Jerman (BDSI), yang menegaskan bahwa istilah "Cokelat Dubai" tidak harus merujuk pada tempat produksinya. Namun, pandangan pengadilan Köln berbeda. Saat ini, Aldi menghadapi larangan untuk menjual cokelat dengan nama tersebut, kecuali produk tersebut benar-benar diproduksi di Dubai. Meskipun begitu, Aldi masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding terhadap keputusan ini.

Berita Terbaru
  • Robig Zaenudin Penembak Mati Pelajar Gamma Dipindah ke Nusakambangan, Diduga Kendalikan Narkoba di Lapas Semarang
  • Legislator Imbau Warga Kepri Ikuti Prosedur Resmi Demi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
  • Bisachat AI: Inovasi Pemuda Makassar Tingkatkan Penjualan UMKM dengan Balas Chat Otomatis
  • Pelayanan PDAM Tirta Moedal Semarang Tetap Optimal Meski Ada Putusan PTUN
  • Google Cloud Indonesia Perkuat Kehadiran Digital di Tanah Air, Incar Pertumbuhan Ekonomi RI
  • berita ringan
  • cokelat
  • jerman
  • konten ai
  • merdekaglobal
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
T
Reporter Tim Global, Tanti Yulianingsih, Benedikta Miranti T.V
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.