LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Pendukung Trump mengaku bakal dibunuh pemilih Partai Demokrat

Pendukung Trump mengaku bakal dibunuh pemilih Partai Demokrat. Salah satu pemilih bernama Michael Banerian mengaku mendapat ancaman pembunuhan yang dikirim melalui surat pos, surat elektronik, media sosial Twitter dan Facebook. Seseorang mengancam akan menempatkan peluru di mulutnya.

2016-12-16 11:45:00
Donald Trump
Advertisement

Beberapa anggota electoral college mengaku mendapatkan banyak ancaman karena menyuarakan dukungan untuk presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump. Mereka diminta untuk tidak memberikan suara untuk Trump dari Partai Republik.

Salah satu pemilih bernama Michael Banerian, dari Universitas Oakland, mengaku mendapat ancaman pembunuhan yang dikirim melalui surat pos, surat elektronik, media sosial Twitter dan Facebook.

"Seseorang mengancam akan menempatkan peluru di mulut saya," kata Banerian seperti dilansir dari laman Daily Mail, Jumat (16/12).

Advertisement

Selain Banerian, Sharon Geise, seorang nenek yang tinggal di Mesa, Arizona, mengatakan ketika bangun tidur, dia menemukan 1.500 email baru yang menuntut dirinya agar tidak memilih Trump.

"Surat elektronik itu berdatangan terus menerus. Mereka menguasai iPad saya (dengan surat elektronik)," kata Gaise.

"Kelihatan sekali mereka mau mengubah keputusan mereka. Tetapi saya juga tidak akan mengubahnya (untuk memilih Trump)," sambungnya.

Advertisement

Beberapa pemilih di Georgia, Idaho, Tennessee, Utah dan Michigan juga telah melaporkan mereka mendapatkan ancaman serupa.

Tak hanya teror melalui media sosial, upaya agar para pemilih Trump membelot juga dilakukan oleh kelompok Universitas Harvard yang dipimpin Profesor Lawrence Lessig.

Kelompok ini menawarkan nasihat hukum gratis kepada pemilih yang akan membelot dari jumlah suara populer.

"Ini sudah sampai batas penyuapan. Keputusan para pemilih bahkan bisa dijual kepada penawar tertinggi," kata Patricia Allen, salah satu pendukung Trump dari Tennessee.

Di Utah, ada kelompok lain bernama Demokrasi dan Kemajuan PAC yang telah memasang iklan satu halaman penuh di Salt Lake City, Utah. Dalam iklan tersebut, ditulis bahwa para pemilih 'tidak terikat' untuk memilih Trump.

AS memang memberlakukan hukum bagi yang memaksa pemilih untuk memilih pemenang dari suara populer. Namun, tidak ada sanksi hukum bagi pemilih yang memutuskan untuk membelot.

Baca juga:
Konglomerat China ingatkan Trump soal ancaman PHK 20.000 pekerja
Janji kampanye Donald Trump dinilai bahayakan kondisi Indonesia 2017
Ini sosok menteri luar negeri AS pilihan Trump, dekat dengan Putin
Donald Trump berterima kasih pada warga Afrika-AS karena golput
CIA: Rusia bantu Donald Trump menangkan pemilu Amerika
Disebut mirip Trump, hewan-hewan ini jadi terkenal

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.