Parlemen Filipina kabulkan permohonan Duterte perpanjang darurat militer di Mindanao
Parlemen Filipina kabulkan permohonan Duterte perpanjang darurat militer di Mindanao. Duterte beralasan perpanjangan itu untuk memerangi militan Islam dan pemberontak sayap kiri di Mindanao.
Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat Filipina menyetujui permohonan Presiden Rodrigo Duterte untuk memperpanjang kondisi darurat militer di Mindanao selama setahun. Duterte beralasan perpanjangan itu untuk memerangi militan Islam dan pemberontak sayap kiri di Mindanao.
"Permohonan untuk memperpanjang pengumuman darurat militer dengan ini disetujui," kata Ketua DPR Pantaleon Alvarez setelah pemungutan suara yang disetujui 240 anggota dan 27 suara penolakan, seperti dilansir dari AFP, Rabu (13/12).
Pada Mei lalu Duterte memberlakukan darurat militer setelah militan bersenjata merebut Kota Marawi di Mindanao selatan. Menurut konstitusi darurat militer hanya dibatasi 60 hari.
Namun, pada Juli Kongres mengizinkan Duterte memperpanjang darurat militer sampai akhir 2017.
Duterte menyatakan Marawi berhasil dibebaskan pada Oktober, setelah selama lima bulan dibantu militer AS.
Dua hari lalu Duterte memperingatkan para militan yang melarikan diri kini kembali berkelompok. Dia juga memperingatkan para militan itu siap melancarkan aksi teror.
Baca juga:
Presiden Duterte minta perpanjang darurat militer di Selatan Marawi
Duterte setop perundingan damai, 14 gerilyawan Maoist tewas dibunuh tentara Filipina
Tersangkut korupsi, Hakim Filipina ancam Duterte
Duterte tersinggung usai disentil PM Kanada soal perang narkoba
Duterte janji tempatkan dua tahanan narkoba Rusia di rumah yang nyaman