Tersangkut korupsi, Hakim Filipina ancam Duterte
Merdeka.com - Mahkamah Agung Filipina memperingatkan upaya sekutu Presiden Rodrigo Duterte yang ingin menghukum Hakim Maria Lourdes Sereno. Karena itu bisa mengancam demokrasi di negara tersebut.
Seperti dilansir AFP, Senin (20/11), Sereno memberikan peringatan tersebut saat para legislator di Dewan Perwakilan Rakyat bersiap memulai sidang dakwaan terhadapnya, menyusul ancaman dari Duterte agar Sereno segera mengundurkan diri.
Sereno menjadi salah satu dari sedikit suara yang bersedia mengkritik Duterte. Sereno diduga mengabaikan proses hukum, dan menyerang cabang pemerintahan lainnya sebagai bagian dari kampanye anti-kriminal Duterte yang brutal.
Duterte pernah berjanji bulan lalu untuk menindaklanjuti Sereno karena dugaan korupsi. Sekutu-sekutunya di Kongres akan memulai sidang dengar pendapat dakwaan minggu ini.
"Ini semakin besar daripada saya, ini bukan lagi tentang saya, ini tentang demokrasi," kata Sereno kepada penyiar ABS-CBN dalam sebuah wawancara langsung.
Sereno mengatakan tuduhan terhadapnya telah dibuat. Dia juga memperingatkan pada pengadilan akan mendapat ancaman jika pemerintah Duterte diizinkan untuk memburunya.
"Apakah peradilan aman? Dan jika peradilannya tidak aman, apakah demokrasi aman? Apakah hak konstitusional orang masih terjamin?" dia bertanya.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya