LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Norwegia Bakal Larang Bocah Main Media Sosial, Terapkan Batasan Usia Minimal

Tindakan ini tidak hanya berfungsi untuk melindungi anak-anak, tetapi juga memberikan dukungan yang bermanfaat bagi para orang tua.

Jumat, 25 Okt 2024 15:41:00
norwegia
Ilustrasi anak main gadget. (dok. Pixabay.com/StockSnap) (© 2024 Liputan6.com)
Advertisement

Norwegia berencana untuk memberlakukan batas usia minimum yang ketat bagi pengguna media sosial, yaitu 15 tahun. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi dampak negatif terhadap perkembangan otak anak-anak.

Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Store, mengakui penerapan kebijakan ini akan menjadi tantangan yang berat. Namun, ia menegaskan politikus perlu mengambil tindakan untuk melindungi anak-anak dari "kekuatan algoritma".

Meskipun saat ini Norwegia telah menetapkan batas usia minimum 13 tahun untuk penggunaan media sosial, penelitian yang dilakukan oleh otoritas media Norwegia menunjukkan fakta mencengangkan: lebih dari setengah anak berusia sembilan tahun, 58 persen anak berusia sepuluh tahun, dan 72 persen anak berusia sebelas tahun sudah aktif di platform media sosial.

Pemerintah Norwegia berkomitmen untuk memperkenalkan lebih banyak langkah perlindungan guna mencegah anak-anak melanggar batasan usia yang telah ditetapkan. Salah satu langkah yang akan diambil adalah mengubah Undang-undang Data Pribadi, sehingga pengguna media sosial harus berusia 15 tahun untuk menyetujui pengelolaan data pribadi mereka oleh platform tersebut. Selain itu, pemerintah juga akan mengembangkan sistem verifikasi usia untuk media sosial.

Advertisement

"Ini mengirimkan sinyal yang cukup kuat," ungkap perdana menteri kepada surat kabar VG pada Rabu (23/10/2024), seperti yang dilaporkan The Guardian pada Jumat (25/10).

"Anak-anak harus dilindungi dari konten berbahaya di media sosial. Teknologi besar ini bersaing dengan perkembangan otak anak-anak. Kita menyadari bahwa ini adalah perjuangan yang sulit karena ada banyak kekuatan yang terlibat, tetapi di sinilah peran politik sangat diperlukan."

Advertisement

Berpikiran Sempit

Meskipun ia mengakui media sosial bisa memberikan komunitas bagi anak-anak yang merasa kesepian, ia menekankan ekspresi diri tidak seharusnya dikendalikan oleh algoritma.

"Sebaliknya, hal itu bisa membuat seseorang berpikiran sempit dan lebih mudah menerima informasi tanpa kritis, karena semua terjadi begitu cepat di layar," tambahnya.

Dalam pertemuan di Stavanger, Menteri Anak-anak dan Keluarga, Kjersti Toppe, berbicara dengan orang tua yang mendukung regulasi lebih ketat untuk perlindungan anak-anak di dunia maya.

"Ini juga tentang memberikan rasa aman kepada orang tua untuk mengatakan tidak. Kami tahu banyak orang tua ingin melarang anak-anak mereka, tetapi merasa tidak bisa," jelas Toppe.

Toppe menambahkan, pemerintah sedang mencari cara untuk menegakkan batasan tersebut tanpa melanggar hak asasi manusia, seperti dengan menerapkan persyaratan untuk memiliki rekening bank.

Advertisement

Sementara itu, Australia juga telah mengumumkan rencana untuk melarang media sosial bagi remaja dan anak-anak yang lebih muda, dengan batas usia yang kemungkinan antara 14 hingga 16 tahun. Di sisi lain, Prancis sedang melakukan uji coba larangan penggunaan ponsel di sekolah untuk siswa hingga usia 15 tahun, dengan harapan jika berhasil, larangan tersebut dapat diterapkan secara nasional mulai Januari.

Berita Terbaru
  • Sekjen Herman Khaeron di Musda V Demokrat Sumsel: Kita Harus Solid dan Kuat untuk Meraih Kemenangan
  • FOTO: Musda V Demokrat Sumsel, AHY Tekankan Konsolidasi Partai Jadi Kunci Kemenangan
  • Dari Perlindungan Mitra Ojol hingga Kebut UU Ketenagakerjaan, Ini Sederet Kado Prabowo bagi Pekerja di Momen May Day
  • Samsung Geser Apple Jadi Raja HP Global Q1 2026
  • Musda V Demokrat Sumsel, AHY: Turunlah ke Masyarakat, Jangan Tunggu Tahun Politik
  • berita update
  • konten ai
  • media sosial
  • merdekaglobal
  • norwegia
Artikel ini ditulis oleh
Editor Hari Ariyanti
K
Reporter Khairisa Ferida
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.