LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

New Delhi Tutup Sekolah Akibat Kabut Asap Beracun, Tingkat Polusi 60 Kali Lipat dari Normal

New Delhi menutup sekolah dan beralih ke kelas daring akibat kabut asap beracun yang tinggi.

Senin, 18 Nov 2024 16:03:30
india
Pejalan kaki berjalan di sepanjang jalan dekat Gerbang India di tengah kabut asap tebal di New Delhi, Kamis (3/11/2022). Setiap musim dingin, udara dingin beserta asap dari petani yang membak (© 2024 Liputan6.com)
Advertisement

Pemerintah Ibu Kota India, New Delhi, mengambil langkah drastis dengan menutup sekolah dan memindahkan kegiatan belajar mengajar ke kelas daring mulai Senin, 18 November. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kabut asap beracun yang telah melampaui batas aman yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tingkat polusi PM2.5 yang terukur mencapai angka mencengangkan, yaitu 907 mikrogram per meter kubik, yang lebih dari 60 kali lipat dari batas harian maksimum yang direkomendasikan.

Berbagai inisiatif yang telah diluncurkan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah kabut asap ini belum menunjukkan hasil yang signifikan. Setiap tahun, kabut asap ini menjadi penyebab ribuan kematian dini, serta berdampak serius pada kesehatan, khususnya bagi anak-anak dan orang tua. Dalam upaya untuk melindungi generasi muda, pemerintah mengharapkan bahwa dengan memindahkan kelas ke daring, akan ada pengurangan jumlah kendaraan di jalan yang dapat membantu menurunkan tingkat polusi.

Tindakan Darurat untuk Mengatasi Polusi

Pemerintah New Delhi juga telah memberlakukan serangkaian pembatasan tambahan untuk mengurangi polusi udara. Pembatasan ini termasuk larangan terhadap truk bertenaga diesel dan aktivitas pembangunan yang berpotensi menambah polusi. Otoritas kota menyatakan bahwa langkah-langkah ini diambil “sebagai upaya untuk mencegah penurunan lebih lanjut” kualitas udara yang sudah sangat buruk. Dengan langkah ini, diharapkan kualitas udara dapat membaik dan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, dapat terlindungi.

Kepala Menteri Atishi mengungkapkan, “Kelas tatap muka akan dihentikan untuk semua siswa, kecuali kelas 10 dan 12.” Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi jumlah orang di luar rumah dan mengurangi emisi dari kendaraan. Pemerintah juga meminta masyarakat, terutama anak-anak dan orang tua, untuk tetap berada di dalam rumah sebanyak mungkin guna menghindari dampak buruk dari polusi.

Advertisement

Sumber Polusi di New Delhi

Kabut asap yang menyelimuti New Delhi setiap tahun disebabkan oleh sejumlah faktor. Salah satu penyebab utama adalah pembakaran jerami oleh petani di daerah sekitarnya. Selain itu, polusi dari pabrik dan lalu lintas kendaraan juga berkontribusi besar terhadap masalah ini. Sebuah laporan dari The New York Times mengungkapkan bahwa pembangkit listrik yang membakar sampah di tempat pembuangan akhir kota juga menjadi sumber polusi yang signifikan.

Advertisement

Data dari pemantau polusi IQAir menunjukkan bahwa beberapa stasiun mencatat tingkat PM2.5 yang bahkan lebih tinggi, dengan satu stasiun melaporkan angka mencapai 980 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut menunjukkan bahwa kondisi udara di New Delhi saat ini berada dalam kategori “berbahaya,” yang sangat berisiko bagi kesehatan masyarakat. Dengan situasi ini, pemerintah berusaha keras untuk menemukan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah polusi udara yang terus berulang setiap tahun.

Advertisement
Berita Terbaru
  • Polsek Salahutu Musnahkan 500 Liter Sopi Ilegal, Tekan Kriminalitas di Maluku Tengah
  • Bukan Hanya Kebijakan BI, Ini Faktor Lain Terkait Pelemahan Rupiah
  • Penipuan Modus Kencan Jaringan Internasional Dibongkar, 38 Pelaku Diamankan dan Libatkan Selebgram Terkenal
  • Jaga Produksi Pupuk Nasional, Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Gas Jangka Panjang
  • Jakbar Dijuluki 'Gotham City', Anggota DPRD DKI Kenneth: Saya akan Jadi Batman
  • india
  • polusi
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
P
Reporter Pandasurya Wijaya
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.