Negara di Asia Ini Bakal Bagi-Bagi Duit Hingga Rp4,7 Juta Bagi Warganya
Pemerintah negara ini akan membagikan bantuan tunai hingga Rp4,7 juta kepada warga mulai 21 Juli 2025 untuk merangsang ekonomi dan konsumsi domestik.
Korea Selatan (Korsel) akan memulai distribusi bantuan tunai kepada seluruh warga negara pada tanggal 21 Juli. Ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah yang dirancang untuk mendorong konsumsi domestik, seperti yang dilaporkan pada Sabtu (5/7).
Langkah ini diambil setelah Kabinet Korsel menyetujui anggaran tambahan sebesar 31,8 triliun won (sekitar Rp378,5 triliun), yang telah disahkan oleh Majelis Nasional pada Jumat (4/7). Program bantuan ini, menurut laporan Antara News yang mengutip Yonhap, Minggu (6/7/3035), merupakan komponen penting dari anggaran tambahan pertama di bawah pemerintahan Lee Jae Myung.
Sesuai dengan rencana yang ada, semua warga negara Korea Selatan yang tinggal di negara tersebut per tanggal 18 Juni akan mendapatkan pembayaran satu kali sebesar 150 ribu won (sekitar Rp1,7 juta). Pemerintah menyatakan bahwa pencairan dana secara luas ini bertujuan untuk meningkatkan belanja konsumen di seluruh negeri. Selain itu, bantuan tambahan juga akan diberikan dengan mempertimbangkan tingkat pendapatan masing-masing individu. Dengan demikian, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Rincian Bantuan Tunai Korea Selatan
Menurut berita terbaru, keluarga yang berada di ambang kemiskinan serta rumah tangga dengan orang tua tunggal akan mendapatkan bantuan sebesar 300 ribu won, yang setara dengan sekitar Rp3,5 juta. Sementara itu, mereka yang menerima tunjangan hidup dasar akan memperoleh 400 ribu won, atau sekitar Rp4,7 juta.
Untuk mendukung pembangunan daerah yang lebih merata, warga yang tinggal di luar Seoul dan sekitarnya, termasuk Provinsi Gyeonggi dan Incheon, akan mendapatkan tambahan 30 ribu won, yang setara dengan Rp357.146. Selain itu, bagi mereka yang tinggal di 84 komunitas pedesaan dan daerah nelayan yang telah ditentukan, yang mengalami penurunan populasi secara nasional, akan diberikan tambahan 50 ribu won, atau sekitar Rp525.244.
Pembayaran tahap kedua direncanakan berlangsung antara 22 September hingga 31 Oktober, yang akan memberikan tambahan 100 ribu won, setara dengan Rp1,1 juta, kepada 90 persen penerima dengan pendapatan terendah. Kelayakan untuk menerima bantuan ini akan ditentukan melalui proses penyaringan pendapatan yang mendetail, yang didasarkan pada premi asuransi kesehatan nasional. Kriteria kelayakan tersebut akan diumumkan pada bulan September mendatang.
"Kami akan memastikan persiapan menyeluruh untuk peluncuran pembayaran ini sehingga dapat berfungsi sebagai katalisator pemulihan ekonomi dengan meningkatkan konsumsi dan mendukung mereka yang membutuhkan," ujar Wakil Menteri Dalam Negeri Kim Min-jae, yang memimpin gugus tugas antar lembaga yang mengawasi program ini.
Tambahan Bantuan untuk Wilayah Tertentu
Penduduk di luar wilayah Seoul Raya, termasuk Provinsi Gyeonggi dan Incheon, akan menerima tambahan bantuan. Pemerintah Korea Selatan memberikan tambahan sebesar 30.000 won, atau sekitar Rp357.146 hingga Rp369.000. Bantuan ini bertujuan untuk pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Korea Selatan.
Penduduk yang tinggal di 84 komunitas pedesaan dan nelayan yang menghadapi penurunan populasi juga mendapatkan tambahan. Pemerintah Korea Selatan memberikan tambahan sebesar 50.000 won, atau sekitar Rp525.244 hingga Rp615.000. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah terpencil.
Pemerintah Korea Selatan juga merencanakan pembayaran tahap kedua antara 22 September dan 31 Oktober 2025. Tambahan sebesar 100.000 won akan diberikan kepada 90 persen kelompok pendapatan terbawah. Kelayakan penerima bantuan tambahan akan ditentukan berdasarkan data pendapatan, seperti premi asuransi kesehatan nasional.