MILF terbitkan fatwa perangi ISIS
MILF menganggap ajaran radikal dan ekstrem mesti tidak sesuai Alquran dan hadits.
Pemimpin Front Pembebasan Bangsa Muslim Moro (MILF) yang merupakan kelompok pemberontak Muslim terbesar di Filipina menyatakan dukungan terhadap fatwa untuk melawan kekerasan radikalisme.
"MILF sepenuhnya mendukung keputusan tersebut tanpa rasa ragu dan intervensi dari manapun," demikian pernyataan mufti MILF, Sheik Abehuraira Abdulrahman Udasan yang diungkapkan pimpinan Murad Ebrahim, seperti dilansir dari laman Straits Times, Rabu (5/7).
"Fatwa tersebut juga merupakan kebutuhan mendesak yang dikeluarkan untuk melawan ekstremisme dan kekerasan radikalisme, sesuai dengan perintah Quran dan Hadits," tambah pernyataan itu.
Dekrrit itu sekaligus menjadi ungkapan kecaman dari MILF untuk aksi radikalisme yang disebarkan oleh kelompok terorisme Maute dan Abu Sayyaf, yang berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).
MILF sebelumnya telah membuat kesepakatan dengan pemerintah untuk memimpin upaya untuk menyelamatkan warga sipil yang terjebak di wilayah konflik Kota Marawi.
Seperti diketahui, para teroris di kota tersebut terus melakukan perlawanan terhadap pasukan pemerintah hingga menyebabkan pertumpahan darah. Militer Filipina mengepung kota tersebut untuk mengalahkan teroris, namun kelompok itu membalasnya dengan menyandera warga sipil dan membunuh 100 tentara.
Selain MILF, para ulama di seluruh dunia juga telah menyatakan fatwa melawan radikalisme dan ekstremisme, dalam upaya untuk mendorong balik serangan teroris ISIS.
Baca juga:
Singapura pulangkan dua TKI diduga pengagum ISIS
83 WNI terindikasi gabung ISIS
Anggota perempuan ISIS eks punker menangis ingin pulang kampung
Polisi selidiki kaitan bendera mirip ISIS dengan penusukan Brimob
ISIS kelabui perempuan Yazidi supaya jadi kanibal
Militer Irak: AS tidak punya peran dalam kemenangan Mosul