Singapura pulangkan dua TKI diduga pengagum ISIS
Merdeka.com - Dua kasus radikalisme yang dilakukan tenaga kerja asing kembali terdeteksi di Singapura. Akibatnya, pemerintah Singapura langsung merepatriasi keduanya, yang ternyata berasal dari Indonesia.
Menteri Kedua Urusan Dalam Negeri Desmond Lee mengungkapkan hal ini di Parlemen kemarin, sembari menanggapi permintaan Christopher de Souza untuk memperbarui hukum tentang ancaman orang asing radikal di Negeri Singa itu.
Sejak 2015, tercatat total pekerja asing radikal sudah sembilan yang terdeteksi.
Menurut Desmond, seperti dilansir dari The New Paper, Rabu (5/7), seorang di antara pelaku radikalisme itu berusia 25 tahun. Dia disebut-sebut orang radikal termuda yang ditemui di Singapura.
Sementara yang satunya telah bekerja selama lima tahun di sana dan berusia 28 tahun. Keduanya menyatakan ingin sekali ke Suriah untuk berperang dengan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).
Dua orang tersebut ditemukan beberapa bulan lalu, usai diselidiki, keduanya tidak memengaruhi teman dan kenalan lainnya di Singapura.
"Kasus ini serupa dengan sebelumnya, keduanya pendukung ISIS, di radikalisasi melalui media sosial," ujar Desmond.
Dalam dua tahun terakhir, 40 orang Bangladesh ditemukan di Singapura 'terjangkit' radikalisasi. Mereka menggunakan kekerasan untuk mengejar ideologi ekstremis mereka.
"Kami memulangkan semuanya ke Bangladesh, kecuali enam orang yang kini tengah menjalani hukuman di Singapura dengan tuduhan pelanggaran terorisme," lanjutnya.
Sementara itu, Desmond menambahkan pekerja asing sekarang ini akan secara teratur dilibatkan dalam MOM, Islamic Religious Council of Singapore (MUIS) dan Religious Rehabilitation Group (RRG).
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya