Meksiko Mencekam Usai Penangkapan Bos Kartel Narkoba, Mobil dan Properti Dibakar
Walaupun situasi sudah dilaporkan membaik, aparat keamanan di Meksiko tetap siaga untuk mencegah kemungkinan terjadinya kerusuhan berikutnya.
Sejumlah lokasi wisata terkenal di Meksiko mengalami kekacauan pada Minggu (22/2) setelah operasi keamanan yang mengakibatkan tewasnya pemimpin kartel narkoba berpengaruh, Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal dengan julukan "El Mencho".
Kejadian ini menarik perhatian terhadap kondisi di daerah tersebut. Anggota Jalisco New Generation Cartel (CJNG) dilaporkan melakukan pembakaran kendaraan, merusak fasilitas, dan memblokade jalan di berbagai tempat sebagai bentuk balasan atas kematian pemimpin mereka.
Kekerasan paling parah terjadi di negara bagian Jalisco, yang merupakan basis utama kartel dan tempat di mana Oseguera tewas, sebagaimana dilaporkan oleh Business Insider pada Selasa (24/2).
Menurut informasi dari Kabinet Keamanan Meksiko, setidaknya 250 titik penghalang jalan didirikan di 20 dari 32 negara bagian pada hari yang sama. Situasi ini menyebabkan gangguan yang signifikan, termasuk di kota-kota wisata utama.
Dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin (23/2) pagi, Presiden Claudia Sheinbaum mengungkapkan bahwa kondisi keamanan mulai membaik dan semua blokade telah dibersihkan oleh aparat. Pemerintah juga mengerahkan ribuan personel untuk memulihkan ketertiban di wilayah-wilayah yang terdampak.
Di tengah meningkatnya ketegangan, pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan imbauan kepada warganya yang berada di Meksiko untuk tetap berlindung pada malam Minggu. Akibat kerusuhan ini, sektor transportasi juga terkena dampak, dengan banyak penerbangan domestik dan internasional dari Guadalajara dan Puerto Vallarta yang dibatalkan.
Meskipun situasi terlihat mulai tenang pada Senin (23/2), aparat keamanan tetap siaga di beberapa lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan dari jaringan kriminal tersebut.
Peringatan untuk Wisatawan
Otoritas di Amerika Serikat dan Inggris telah mengeluarkan peringatan keamanan bagi para wisatawan yang berada di sejumlah daerah di Meksiko. Peringatan ini muncul setelah terjadi gelombang kekerasan yang dipicu oleh kematian gembong kartel, Nemesio Rubén Oseguera Cervantes, yang dikenal dengan nama "El Mencho".
Di antara daerah yang terdampak adalah kota resor terkenal, Puerto Vallarta, serta ibu kota negara bagian, Guadalajara. Departemen Luar Negeri AS mengimbau warganya untuk tetap berada di dalam ruangan di beberapa area di Jalisco dan Nayarit. Sementara itu, Kedutaan Besar AS menyatakan bahwa situasi di beberapa negara bagian lainnya telah mulai membaik.
Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) juga meminta agar warganya lebih waspada dan mengikuti instruksi dari otoritas setempat, termasuk adanya pembatasan pergerakan di Jalisco.
Selain itu, dampak dari situasi keamanan ini juga memengaruhi transportasi udara. Pada tanggal 22 Februari, seluruh penerbangan internasional dari Bandara Puerto Vallarta dibatalkan, dan beberapa maskapai pun terpaksa menunda atau menjadwalkan ulang penerbangan ke dan dari Guadalajara.
Meskipun begitu, operator bandara menyatakan bahwa fasilitas tetap beroperasi dengan pengamanan dari Garda Nasional dan militer. Walaupun bandara lain, termasuk di Mexico City, beroperasi seperti biasa, aparat keamanan tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan lebih lanjut di kawasan wisata tersebut.