LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Media Rusia Sebut Situsnya Diretas Setelah Beritakan 9.861 Tentara Tewas di Ukraina

Salah satu media Rusia menuding peretas mengunggah berita palsu di situs webnya setelah memberitakan hampir 10.000 tentara Rusia tewas di Ukraina. Laporan itu muncul di situs web selama lebih dari enam jam.

2022-03-23 11:03:51
Perang Rusia Ukraina
Advertisement

Salah satu media Rusia menuding peretas mengunggah berita palsu di situs webnya setelah memberitakan hampir 10.000 tentara Rusia tewas di Ukraina. Laporan itu muncul di situs web selama lebih dari enam jam.

Sebuah artikel di situs tabloid Komsomolskaya Pravda, mengutip Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan 9.861 prajurit Rusia tewas dan 16.153 terluka di Ukraina. Rusia melancarkan invasi ke Ukraina sejak 24 Februari, dan disebut Moskow sebagai operasi khusus militer.

Angka tersebut telah dihapus dari versi artikel yang sama yang terlihat di situs web tersebut pada hari Selasa.

Advertisement

"Pada 21 Maret, akses ke administrator interface diretas di situs Komsomolskaya Pravda dan sisipan palsu dibuat dalam publikasi ini tentang situasi di sekitar operasi khusus di Ukraina. Informasi yang tidak akurat segera dihapus," jelas pihak Komsomolskaya Pravda, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (23/3).

Jika angka tersebut benar, jumlah korban dari pihak Rusia sekitar dua pertiga dari perkiraan 15.000 prajurit Rusia yang tewas selama 10 tahun pendudukan Soviet di Afghanistan dari 1979.

Rusia belum secara resmi memperbarui angka kematian sejak 2 Maret di mana dilaporkan 498 prajurit tewas dan 1.597 terluka di Ukraina.

Advertisement

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan pada Selasa, dia tidak memiliki informasi terkait angka kematian. Dia menolak mengomentari insiden di situs web Komsomolskaya Pravda, mengatakan pertanyaan itu harus diajukan untuk media tersebut.

Korespondem Kremlin untuk Komsomolskaya Pravda, Alexander Gamov mengatakan situs webnya diretas dan informasi palsu muncul selama beberapa menit.

Pencarian menggunakan Internet Archive's Wayback Machine (archive.org) menunjukkan angka tersebut terlihat di situs web Komsomolskaya Pravd selama enam jam 35 menit antara pukul 12.13 dan 18.48 pada Senin.

Data menunjukkan artikel itu tidak bisa diakses sebelum muncul kembali pada pukul 19.39 tanpa mencantumkan angka kematian.

"Ini hanya awal dari realisasi bencana nasional mereka. Karena di dunia nyata tentara Rusia yang terbunuh hampir dua kali lipat," kata penasihat presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak di Telegram, menanggapi dugaan 9.861 tentara Rusia tewas di Ukraina.

Baca juga:
Tudingan Putin Penjahat Perang, Standar Ganda Amerika Serikat & Brutalnya Invasi Irak
Bagaimana Perang Rusia-Ukraina Bakal Berakhir?
Potret Prajurit Sukarela Wanita Estonia di Tengah Invasi Rusia ke Ukraina
78 Pesawat Rusia Disita di Luar Negeri
Gubernur BI: Konflik Rusia-Ukraina Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Global dan Indonesia
Benarkah Perang Rusia-Ukraina Pengaruhi Pasokan Mi Instan di Indonesia?

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.