Mata-mata wanita Rusia dieksekusi ISIS usai nikahi empat jihadis
Elvira Karaeva dituduh membunuh seluruh suaminya serta membocorkan info para militan khilafah
Perempuan mata-mata Rusia dieksekusi militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) usai berpura-pura menjadi pengikut mereka selama empat tahun. Elvira Karaeva (28) dilaporkan memiliki empat suami jihadis yang masing-masing tewas secara misterius.
Diberitakan koran the Daily Mail, Kamis (19/5), sepanjang aksinya menyelinap bersama kelompok militan, banyak informasi yang dibocorkan kepada Rusia, termasuk pembunuhan tujuh militan adalah info darinya. Karaeva dicap ISIS sebagai 'janda hitam', lantaran memiliki tujuan membunuh tiap pria yang menikahinya.
Aslanbek Saraliyev, Suami pertama yang menikahinya di usia 19 tahun, tewas usai berjalan bersamanya di dalam hutan. Adam Shakhbiev, suami ke dua ini terbunuh di dalam sebuah taksi bersama saudara laki-lakinya.
Pejuang ISIS lain yang menjadi suaminya adalah Arthur Amriev, dia menghilang bak ditelan bumi dengan nasib tidak diketahui hingga kini. Terakhir adalah Abu Muslim. Militan yang paling terakhir memperistrik Karaeva ini tewas usai diracun.
ISIS mengklaim Karaeva telah memberikan seluruh laporan kepada Badan Intel Rusia terkait identitas, tempat persembunyian, dan markas. Kabar eksekusi Karaeva muncul di blog berbahasa Rusia ISIS, Istok.
Baca juga:
ISIS pakai situs kencan untuk carikan istri buat para jihadis
Polri kecam video bocah Indonesia latihan perang ISIS
Serangan bom beruntun hantam Irak, 63 nyawa melayang
Kelompok aktivis HAM Jerman tuduh Saudi ikut mendanai ISIS
Tanda-tanda kekalahan ISIS, ibu kota Raqqa dalam keadaan darurat